Su Beng: Menggunakan Satu Toko Jiaozi, Membiayai Revolusi Taiwan Selama Empat Puluh Tahun

Su Beng, nama aslinya Shi Chao-hui, pernah bekerja sebagai agen rahasia untuk Partai Komunis Tiongkok di Tiongkok, namun kecewa setelah menyaksikan pembantaian selama reformasi agraria, kembali ke Taiwan merencanakan pengkhianatan Chiang Kai-shek, gagal lalu melarikan diri ke Jepang. Di Ikebukuro, Tokyo, ia membuka toko mie bernama "Shin Chinmi", menjual jiaozi siang hari dan menulis sejarah Taiwan malam hari, menggunakan pendapatan toko itu untuk mendanai gerakan kemerdekaan Taiwan selama empat puluh tahun, serta menulis "Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan" yang membangkitkan kesadaran etnis Taiwan.

Ringkasan 30 Detik: Su Beng (nama asli Shi Chao-hui, 1918–2019) adalah tokoh representatif gerakan kemerdekaan Taiwan, penulis "Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan". Ia lahir di Shilin, Taipei, kuliah di Universitas Waseda, muda pergi ke Tiongkok ikut抗日 dan revolusi Partai Komunis Tiongkok, namun kecewa setelah menyaksikan pembantaian perjuangan reformasi tanah, meyakini "orang Taiwan tidak bisa bersama orang Tiongkok". Tahun 1949 ia lari kembali ke Taiwan, merencanakan pengkhianatan Chiang Kai-shek, gagal lalu pada 1952 melarikan diri ke Jepang, memulai pengasingan 41 tahun. Di Ikebukuro, Tokyo, ia membuka toko mie bernama "Shin Chinmi", siang menjual jiaozi, malam menulis sejarah Taiwan, pendapatan toko itu membiayai Persatuan Taiwan Merdeka dan seluruh gerakan kemerdekaan bawah tanah. Tahun 1993 ia kembali ke Taiwan sebagai "orang terakhir di daftar hitam", akhir hayat menjadi tetua paling dihormati pro-kemerdekaan, 2019 meninggal dunia di usia seratus tahun. 12

Pesta ulang tahun ke-100 Su Beng 2017, Presiden Tsai Ing-wen hadir mengucapkan selamat.
2017, berbagai kalangan merayakan ulang tahun ke-100 Su Beng lebih awal, Presiden Tsai Ing-wen hadir. Foto: Istana Kepresidenan, CC BY 2.0 via Wikimedia Commons.

Satu Toko Jual Jiaozi, Menyimpan Seluruh Revolusi

Di keluar barat Stasiun Ikebukuro, Tokyo, dulu berdiri gedung restoran makanan Tionghoa lima lantai, bernama "Shin Chinmi". Toko itu menjual jiaozi, siomay, mie kuah bening, bisnisnya bagus sampai pemilik mengumpulkan aset yang tidak sedikit. 1

Pemilik toko itu, adalah Su Beng. Dan fungsi sebenarnya toko mie itu, tersembunyi di lantai atas. Siang hari ia sibuk di toko, malam naik ke atap, menulis sejarah Taiwan halaman demi halaman dalam bahasa Jepang. Uang dari toko mie, sebagian untuk hidup, bagian besar jadi dana gerakan kemerdekaan Taiwan. 1 Satu toko jiaozi yang kelihatan biasa, sebenarnya basis logistik revolusi.

Di Ikebukuro yang ramai itu, jarang pelanggan tahu, piring jiaozi yang mereka makan, tingkat tertentu juga ikut mendanai gerakan kemerdekaan jauh di sana. Su Beng menyatukan keharian restoran dan keharian revolusi di gedung yang sama: lantai satu pencarian nafkah, atap idealisme, di antaranya dia naik turun sendiri. Cara hidup yang menjahit bisnis dan keyakinan itu, menopang seluruh tindakannya puluhan tahun ke depan.

Untuk mengerti kenapa toko itu ada, harus kembali ke tempat jauh——kembali ke Yenan, Tiongkok, kembali ke era seorang pemuda Taiwan pernah tulus percaya revolusi Tiongkok.

Dari Yenan ke Kecewa

Su Beng nama asli Shi Chao-hui, lahir 1918 di Shilin, Taipei Ting (sekarang Kecamatan Shilin, Kota Taipei). Ia sekolah di SMA Negeri 1 Taipei, 1937 masuk Jurusan Politik-Ekonomi Universitas Waseda. 1

1942 lulus Waseda, ia lewat teman pergi ke Tiongkok. Era itu, sosialisme dan revolusi抗日 Partai Komunis Tiongkok, bagi banyak pemuda intelektual Taiwan yang dijajah Jepang dan benci militarisme Jepang, jadi pilihan penuh idealisme. 1943 ia sampai Yenan, Pegunungan Taihang latihan, karena bisa bahasa Jepang, dikirim Partai Komunis Tiongkok ke Shanghai, Beiping jadi agen rahasia, nama samaran "Lin Duo". 1 Saat itu, ia pemuda Taiwan percaya sosialisme, rela taruh nyawa untuk revolusi Tiongkok.

Pertolongan terjadi pasca perang. Jepang kalah, Perang Saudara KMT-KPK kedua pecah, ia ikut pasukan KPK perang gerilya, tapi masa itu ia sendiri lihat rapat perjuangan dan eksekusi dalam gerakan reformasi tanah KPK. Ia juga merasakan perlakuan beda dan curiga KPK ke anggota keturunan Taiwan, itu yang nanti ia sebut "rasisme etnis Han". Kesenjangan ideal dan realitas, pelan-pelat menghancurkan keyakinan mudanya. 1947, di Tiongkok ia dengar kejadian 228 di Taiwan, sana darah tanah air, sini pembersihan yang ia alami, dua hal tumpang tindih, bikin kesimpulan yang nyata hidupnya: orang Taiwan tidak bisa dikaitkan dengan orang Tiongkok, Taiwan harus tentuin nasib sendiri. 13

Mei 1949, ia memanfaatkan Mao Zedong inspeksi, buat surat jalan palsu lari dari daerah dibebaskan, tembus blokir, lewat Qingdao pulang ke Taiwan. Seorang yang pernah rela mati untuk revolusi Tiongkok, sejak itu balik jalan lawan. Perubahan dari "perevolusi Tiongkok" jadi "nasionalis bangsa Taiwan" ini, kunci paling penting memahami hidup Su Beng. Keyakinan kemerdekaan Taiwan tumbuh di tanah Tiongkok: setelah lihat pembersihan dan perpecahan itu, ia putus Taiwan harus jalan terpisah dari Tiongkok.

Rencanakan Bunuh Chiang, Melarikan Diri ke Jepang

Su Beng yang pulang ke Taiwan, hadapi pulau pasca 228, di bawah pemerintahan militer Chiang Kai-shek. Baru lari dari pembersihan dan perang saudara Tiongkok, ia tak asing dengan kekejaman otoriter, juga tak percaya permohonan lemah bisa gemetar apa pun. Pilihannya jadi radikal: bikin tentara bersenjata, revolusi, cara paling langsung lawan penguasa. Era itu bicara kemerdekaan Taiwan bisa ditembak mati, ini jalan sembilan mati satu hidup.

1950 mulai, ia dengan beberapa kawan bikin "Pasukan Revolusi Bersenjata Kemerdekaan Taiwan", kumpul tiga puluh lebih pemuda, di Shuangxi Shilin, Caoshan, Dahu Miaoli kumpul dua puluh lebih senapan sisa tentara Jepang, simpan di kebun jeruk keluarga Shi di Gunung Yangming, nunggu kesempatan bunuh Chiang Kai-shek. 1 Era tahanan politik sembarangan ditembak, pilih jalur bersenjata, taruh nyawa dia dan semua orang sekitar di meja. Rencana itu gagal akhir 1951 karena senapan ketahuan, Su Beng dikarung, hanya bisa lari.

Cara lari tahun berikutnya, jadi adegan paling legendaris kisah Su Beng. Mei 1952, ia naik kapal kargo muat pisang bernama "Tensan Maru", nyembun di ruang kargo pisang panas, dari Keelung lari ke Kobe, Jepang. Sampai disana sempat ditahan polisi Jepang alasan masuk ilegal, November tahun itu dibebaskan alasan perlindungan politik. 1 Sejak saat itu, ia jadi orang di daftar karung Taiwan, juga pengasing tanpa perlindungan kewarganegaraan, harus hidup sendiri. Pergi itu, empat puluh satu tahun.

"Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan"

Hidup pengasingan tidak romantis. Ia tidak punya perlindungan kewarganegaraan, kepala dituding karung, hanya bisa andal tangan sendiri di negeri orang bangun hidup dari nol. Di situasi itu, ia tetapkan urusan sisa hidup: sisi cari nafkah, sisi organisasi, sisi menulis, mengangkat "Kemerdekaan Taiwan" yang tak kelihatan ujungnya, dibahu sendiri.

Su Beng di Jepang, bagi revolusi jadi dua jalur: satu aksi, satu pemikiran. Dan jalur pemikiran, akhirnya jadi karya paling penting hidupnya.

Potret Su Beng akhir hayat.
Su Beng akhir hayat, tetap muncul di jalanan dan panggung dengan wajah "Oji-san". Foto: Siegfy, CC BY-SA 2.0 via Wikimedia Commons.

Dulu cerita jalur aksi duitnya dari mana. Baru sampai Tokyo, Su Beng dan pasangan Jepangnya Hiraga Kyoko di Ikebukuro dorong gerobak jual mie, jiaozi, dari lapisan paling bawah. Bisnis pelan naik, 1960 ia beli gedung toko keluar barat Stasiun Ikebukuro, bangun "Shin Chinmi" restoran makanan Tionghoa lima lantai, andal jiaozi, siomay, mie kuah bening, kumpul aset sekitar lima miliar Yen. 1 Uang itu tidak jadi kenikmatan dia, jadi anggaran revolusi——Shin Chinmi sama aja kotak amal dan kantor gerakan kemerdekaan Taiwan di luar negeri.

Jalur pemikiran, jadi "Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan". Ia temui, banyak aktivis kemerdekaan Taiwan sebenarnya tidak tahu banyak sejarah sendiri Taiwan. Maka ia habiskan tiga tahun, di atap Shin Chinmi tulis dalam bahasa Jepang, 1962 terbit di Tokyo; nanti lagi enam tahun tulis versi Hanwen, 1980 keluar, 1986 ada versi Inggris. 14 Keistimewaan buku ini, ganti protagonis: dulu sejarah Taiwan banyak ditulis dari pergantian dinasti penguasa, Su Beng arahkan kamera ke rakyat tertindas dieksploitasi biasa Taiwan, tulis empat ratus tahun mereka gimana hidup di tanah ini, siapa ambil apa. Yang ingin dibangkitkan, kesadaran diri "bangsa Taiwan"——orang Taiwan adalah kelompok punya sejarah sendiri, berhak jadi tuan rumah sendiri. "Nasionalisme bangsa Taiwan" ini, jadi salah satu sumber pemikiran paling mendalam dalam argumen kemerdekaan Taiwan. 45

Juga masa itu, Shi Chao-hui ganti nama "Su Beng", artinya "buat sejarah jadi jelas". 1 1967, di Tokyo ia mendirikan "Persatuan Taiwan Merdeka" (Dokuritsu Taiwan Kai), terbit majalah bulanan "Taiwan Merdeka", jadikan Shin Chinmi basis pelatihan dan pendanaan gerakan kemerdekaan, mulai jangkau jaringan bawah tanah ke pulau. Toko jiaozi itu, begitu sambil mengenyangkan pelanggan, sambil memelihara revolusi tak kelihatan ujungnya.

"Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan" di Taiwan pernah jadi buku terlarang, tapi di gerakan lawan(partai luar) dan lingkaran kemerdekaan bawah tanah diam-diam diedarkan, difotokopi, jadi buku pengantar kesadaran Taiwan banyak orang. "Empat ratus tahun" di judul, merujuk dari abad 17 Belanda, Zheng, Qing, Jepang sampai Pemerintah Nasionalis, gelombang demi gelombang rezim asing memerintah Taiwan waktu lama. Su Beng mau bilang: empat ratus tahun ini orang Taiwan selalu diduduki orang lain, sekarang, giliran orang Taiwan sendiri jadi tuan rumah. Pandangan sejarah ini nanti meresap dalam gerakan kemerdekaan dan diskursus lokal Taiwan, bikin "nasionalisme bangsa Taiwan" dari slogan, jadi kerangka pemikiran punya kedalaman sejarah, bisa dikutip dan diperdebatkan. 45

Persatuan Taiwan Merdeka bukan cuma organisasi propaganda. Su Beng di Jepang latih sekelompok pekerja bawah tanah, usahakan orang dan majalah dikirim balik ke Taiwan masa hukum darurat, bangun titik kontak rahasia di pulau. Jalur bawah tanah ini risikonya tinggi, ketahuan langsung makar berat. Buat Su Beng, nulis sejarah dan bikin organisasi bawah tanah sebenarnya arah sama: di kertas bangun kembali masa lalu orang Taiwan, di realitas dorong masa depan orang Taiwan. 1

Masih satu hal sering terlewat: kesederhanaan Su Beng. Shin Chinmi bikin sekitar lima miliar Yen, ia hampir tidak sisihkan buat diri. Akhir hayat hidup sederhana, simpel, tabungan seumur hidup dan royalti kebanyakan taruh ke usaha kemerdekaan Taiwan dan yayasan terkait. Buat dia, setiap uang toko jiaozi, akhirnya untuk kumpul duit buat masa depan yang dia percaya. 13

Orang Terakhir di Daftar Hitam

1987 Taiwan cabut hukum darurat, tapi Su Beng tetap dianggap pemberontak. 1991 masih ada "Kasus Persatuan Taiwan Merdeka", beberapa anggota ditangkap karena baca buku Su Beng, jadi kasus yang memicu protes masyarakat di akhir Terra Putih. 1

26 Oktober 1993, Su Beng 75 tahun, sebagai "orang terakhir daftar hitam Taiwan" diam-diam pulang, akhiri pengasingan 41 tahun. Baru sampai di depan Gerbang Tol Xinying Freeway Nasional Nomor 1 langsung ditangkap Departemen Keamanan, nanti dibebaskan jaminan seratus ribu, perilaku lampau akhirnya tidak dituntut. 1

"Orang terakhir daftar hitam" gelar ini, sendiri sudah segmen sejarah Taiwan. Era hukum darurat, banyak aktivis kemerdekaan Taiwan di luar negeri namanya di "daftar hitam", tidak bisa balik negara sendiri; seiring demokratisasi Taiwan, orang daftar hitam berturut pulang, Su Beng yang terakhir, juga paling dramatis. 75 tahun, dia kejar sebelum rezim yang dia lawan seumur hidup belum sepenuhnya lepas tangan, naik kereta terakhir pulang.

Film dokumenter "Revolusi Berlangsung" (sutradara Chen Li-gui) merekam hidup Su Beng.

Su Beng yang pulang tidak pensiun. Akhir 1996, di Taipei ia bikin "Radio Rakyat Taiwan", jadi pembawa acara "Aku Cinta Taiwan" cerita sejarah dan aktual Taiwan; ia keliling "Kafil Propaganda Pendirian Negara Merdeka" di jalanan nyebar "Nasionalisme Bangsa Taiwan", ubah pandangan sejarah atap Shin Chinmi jadi speaker jalanan. 2004, pertama kali pegang KTP Republik Tiongkok (Taiwan) pergi pilih, pilih Chen Shui-bian——bagi pengasing 41 tahun, pernah tidak punya hukou, satu suara ini sendiri sudah sejarah. 1

Ia juga selalu di garis depan jalanan. 2005, Tiongkok lewat "Undang-Undang Anti-Pemecahan Negara", Su Beng 87 tahun bareng mahasiswa Taiwan demo diam dua belas hari. 2009, ikut "Tidak Puas, Keluar Jalan" pejalan kaki keliling pulau, dari Hengchun Pingtung jalan ke Taipei, dua puluh enam hari lima ratus lima kilometer. 2014 masa Gerakan Bunga Matahari, 96 tahun naik kursi roda ke Yuan Legislatif, kunjungi mahasiswa menduduki gedung. 1 Begitu ia jadi wajah akrab gerakan jalanan Taiwan: pakai topi baseball, dipanggil "Oji-san" revolusi tua, umur makin tua, justru makin sering di tempat protes paling muda.

Akhir hayat Su Beng sangat disukai muda. Ia tidak memakai keangkuan tua, mau berdiri bareng mahasiswa, dengar mereka bicara, selalu dorong generasi muda kenal sejarah sendiri, kumpul keberanian bertindak. Banyak muda generasi Bunga Matahari, lewat nenek moyang seratus tahun ini, pertama kali sadar: gerakan kemerdekaan Taiwan di luar buku pelajaran, ada orang benar-benar habiskan seumur hidup ngerjain. Seorang lahir era Jepang, bicara masih berlogat Jepang, tapi bisa di medan protes abad 21, dikelilingi puluhan muda dua puluh tahun seraya teriak "Oji-san"——gambar ini sendiri, jelasin kenapa dia diingat.

Sisihkan Satu Kursi

2016, Tsai Ing-wen dilantik Presiden, angkat Su Beng jadi Konsultan Presiden. Penunjukan ini penuh makna simbol: orang yang pernah dikarung pemerintah, rencanakan gulingkan penguasa, di akhir hayat, jadi konsultan tingkat tertinggi Presiden Republik Tiongkok (Taiwan). Di antaranya, Taiwan dari otoriter ke demokratis, orang "makar" dulu, kini diakui jadi "konsultan". 2017, kelompok lokal di Jalan Ketagalan rayakan ulang tahun 100 Su Beng lebih awal, Tsai Ing-wen hadir sendiri. 1

20 September 2019 pukul 23 lebih, Su Beng di RSUD Universitas Medis Taipei meninggal gara-gagal multi organ, usia 103 tahun (usia hitung Tahun Baru, usia sebenarnya genap seratus). Dari 1918 lahir sampai malam itu, hidupnya hampir menutupi seluruh abad 20 Taiwan, dari era Jepang, 228, hukum darurat, pengasingan ke demokratisasi, setiap segmen dia lewati sendiri. 26 Tsai Ing-wen saat duka bilang, Su Beng tiap tahun makan malam Tahun Baru bareng dia, dorong dia tahan tekanan; dia bilang: "Tahun depan malam Tahun Baru, aku tetap sisihkan satu kursi buat dia, kenang dia yang habiskan hidup buat Taiwan." 2

Berita Su Beng meninggal tersebar, masyarakat Taiwan muncul banyak duka cita spontan. Bagi pro-kemerdekaan, pergi satu generasi "Oji-san"; bagi lebih banyak orang Taiwan, pergi seorang legendaris hidup seratus tahun, masih lari untuk hal yang sama. Film dokumenter "Revolusi Berlangsung" sutradara Chen Li-gui, sudah saat dia hidup merekam revolusi panjang seorang ini, jadi gambar bisa ditonton ulang. 7

Hidup Su Beng penuh kontroversi, pasti diingat beda oleh orang beda pendirian. Media resmi Tiongkok saat dia meninggal bilang "hidup sia-sia", golongan pro-persatuan tidak setuju pendapatnya, ada pertanyaan jalur bersenjata mudanya, atau heran orang yang pernah dilatih KPK kenapa balik lawan. Sisi pro-kemerdekaan Taiwan, dia dipandang "perevolusi seumur hidup" dan simbol roh; penulis Yen Tse-ya ngasih tau, "merdeka" Su Beng, bagian besar dibangun di atas "kenali KPK". Urutan "merdeka" dia terbalik: dulu di tanah Tiongkok lihat jelas apa, baru balik pilih Taiwan. 8[^nippon]5

Yang paling penting Su Beng tinggalkan ke Taiwan, cara memandang diri sendiri. "Nasionalisme bangsa Taiwan" yang dia usung, fokus pada mengakui orang Taiwan sebagai satu kelompok, punya hak dan kemampuan tentuin nasib sendiri, tuntutannya pengakuan bukan kebencian. The Initium saat dia meninggal bilang, "nasionalisme bangsa Taiwan" dia adalah pintu "belum selesai"——buka kemungkinan pilihan buat Taiwan, mau tidak mau masuk, gimana masuk, jadi PR generasi mendatang. 5

Dari mana pun berdiri, jarang orang sangkal konsistensinya. Dari kecewa Yenan, ke toko jiaozi Ikebukuro, ke jalanan Taipei mobil propaganda, dia habiskan seumur hidup jawab satu pertanyaan sama: orang Taiwan siapa, bisa tidak tentuin nasib sendiri. "Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan" yang dia tinggalin, kasih pertanyaan itu titik awal bisa dibuka, diperdebatkan, bisa dilanjutkan nulis. Kayak judul film dokumenter soal dia, itu "Revolusi Berlangsung", revolusi sampai hari ini belum selesai, masih nunggu generasi mendatang lanjutkan.

Baca Lanjutan:

Sumber Gambar

Referensi

  1. Su Beng — Wikipedia — Wikipedia bahasa Tionghoa lembar Su Beng, sebagai indeks nama asli Shi Chao-hui, hidup mati (1918–2019), Waseda, Yenan latihan nama samaran Lin Duo, Pasukan Revolusi Bersenjata Kemerdekaan Taiwan dan rencana bunuh, 1952 lari ke Jepang, Shin Chinmi, Persatuan Taiwan Merdeka, 1993 pulang dan pengalaman akhir hayat, narasi kunci disilang dengan Liberty Times, United Daily News, New Bloom dll.
  2. Su Beng Meninggal 103 Tahun Tsai Ing-wen: Malam Tahun Baru Tetap Sisihkan Kursi Buat Dia — Liberty Times 2019, catat tanggal meninggal, usia, serta ucapan duka Tsai Ing-wen "sisihkan kursi" aslinya.
  3. Musim Semi Gugur, Bukti Diri——Tentang Perevolusi Kiri Taiwan Su Beng — New Bloom Magazine profil tokoh, tambah pemikiran kiri Su Beng, kecewa KPK dan posisi pasca pulang.
  4. Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan — Wikipedia — Lembar Wikipedia bahasa Tionghoa, konfirmasi "Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan" versi Jepang 1962, versi Hanwen 1980, versi Inggris 1986, serta "pandangan sejarah rakyat Taiwan" dan tujuan tulis bangkitkan kesadaran etnis Taiwan.
  5. Proses Belum Selesai: "Nasionalisme Bangsa Taiwan" Su Beng — The Initium 2019 komentar, jelasin isi dan posisi pemikiran "nasionalisme bangsa Taiwan" Su Beng.
  6. Bapak Kemerdekaan Taiwan Su Beng Meninggal — United Daily News 2019, silang konfirmasi meninggal dan latar akhir hayat masih peduli politik.
  7. Film Dokumenter Pahlawan Taiwan Su Beng─Revolusi Berlangsung — Trailer film dokumenter "Revolusi Berlangsung" (sutradara Chen Li-gui), catat hidup Su Beng dan sejarah gerakan kemerdekaan Taiwan.
  8. Bicarakan Makna Khusus Su Beng Yen Tse-ya: Merdeka Dia Adalah Merdeka Kenali KPK — United Daily News 2019, penulis Yen Tse-ya tunjukkan pendirian kemerdekaan Su Beng dibangun di atas pengalaman dan pengenalan KPK, beda titik awal pemikiran pro-kemerdekaan lain.
Tentang artikel ini Artikel ini disusun secara kolaboratif oleh komunitas serta ditulis dan ditinjau dengan bantuan AI.
Kata kunci
Tokoh Su Beng Shi Chao-hui Gerakan Kemerdekaan Taiwan Sejarah 400 Tahun Bangsa Taiwan Nasionalisme Bangsa Taiwan Sejarah
Bagikan

Bacaan lanjutan

Anda mungkin juga ingin membaca

Kuliner

Din Tai Fung: Dari Toko Minyak ke Michelin, Bagaimana Sebutir Xiao Long Bao Menaklukkan Selera Global

Pada 1958, Yang Ping-i mendirikan toko minyak Din Tai Fung di Taipei. Melalui transformasi dan pengelolaan generasi kedua Yang Chi-hua, Din Tai Fung dengan standar ketat "18 lipatan 21 gram" dan falsafa pelayanan berorientasi manusia, mendorong xiao long bao Taiwan ke panggung internasional, menjadi legenda kuliner bintang Michelin.

閱讀全文
Tokoh

Jiang Zhen-cheng: Dia Tidak Pernah Menunggu Sesuatu Didefinisikan Mati, Sebelum Berbalik Pergi

Pada tahun 1997, seorang koki restoran Prancis berusia dua puluhan di Hotel Westin Taipei mengundang dua koki bintang tiga Prancis untuk menjadi tamu dan bekerja sama selama sepuluh hari, lalu membeli tiket pesawat untuk mengikutinya ke Prancis. Dari mengupas kentang selama dua tahun di Prancis Selatan, hingga mendorong peringkat restoran di Singapura ke peringkat ke-14 di dunia dan memutuskan untuk menutupnya pada tahun berikutnya, hingga membuka RAW di Taipei yang paling sulit dipesan dan kembali berbalik pada tahun kesepuluh—tindakan paling tak tergantikan dari Jiang Zhen-cheng adalah mematikan lampu dan bertanya pada soal berikutnya setiap kali hampir didefinisikan mati oleh sebuah gelar: Apa sebenarnya rasa Taiwan?

閱讀全文
Gaya hidup

Xiao Bei Department Store: Raja Toko Kelontong Taiwan di Tengah Lampu Malam, dari Warung Hasil Laut ke "Penyelamat Orang Tua" Selama Tiga Puluh Tahun

Bermula dari pasar malam Xiao Bei di Tainan pada 1994, Xiao Bei Department Store bertransformasi dari toko hasil laut yang hampir bangkrut menjadi pemimpin eceran perkakas dengan lebih dari 190 cabang di seluruh Taiwan, berkat strategi "operasional 24 jam" dan "menjual barang yang tidak dijual orang lain". Ia menjadi penyelamat orang tua di malam hari, pos pengisian kerinduan bagi pekerja migran, serta keajaiban kelangsungan hidup paling tangguh di industri ritel Taiwan.

閱讀全文
Ekonomi

Yimei: Tekad Abad, Hati Nurani Keamanan Pangan, dan Praktik Multi-dimensi untuk Kesejahteraan Bersama

Yimei Food, toko kue yang bermula dari bekas lokasi "Rumah Sakit Da'an" di Dadaocheng pada masa pendudukan Jepang, bagaimana di bawah kepemimpinan keras Gao Tengjiao dan Gao Zhiming menjadi tonggak industri pangan Taiwan? Artikel ini mengeksplorasi secara mendalam praktik multi-dimensinya, mulai dari kue tradisional hingga saluran modern, dari laboratorium keamanan pangan hingga industri robot, serta tantangan dan transformasinya dalam tanggung jawab sosial dan mitos merek.

閱讀全文