Graffiti Jalanan Taiwan: Dari Pelaku Luar Hukum Malam ke Cahaya Perkotaan Ximending

Pada 1989, Lü Hsüeh-yüan menyemprotkan garis pertama di Jalan Minsheng Timur, membuka sejarah bawah tanah graffiti Taiwan. Dari legenda urban Da Chang Wang hingga kritik sosial Candy Bird, permainan kejar-mengejar tiga puluh tahun dengan Badan Lingkungan Hidup ini mendefinisikan ulang estetika perkotaan Taiwan.

Graffiti Jalanan Taiwan: Dari Pelaku Luar Hukum Malam ke Cahaya Perkotaan Ximending
Gambar: Lokseng01 / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Sumber asli

Ringkasan 30 Detik:
Akhir 1980-an, jalanan Taiwan mulai dihiasi warna yang tidak diizinkan hukum. Dari pelanggaran ilegal awal, hingga kini berdampingan secara legal di Taman Bertema Film Ximending dan 8 taman tepi sungai, graffiti memantulkan pengendalian kekuasaan pulau ini yang mulai longgar. Ini bukan sekadar tumpukan cat semprot, melainkan perjuangan jangka panjang soal "siapa yang berhak menafsirkan jalanan", di mana "Da Chang Wang" dengan citranya yang jelek tapi menggemaskan, berhasil mengubah seni jalanan menjadi legenda urban yang sangat khas Taiwan.

1989 di Jalan Minsheng Timur, Taipei, di samping pabrik senjata yang ditinggalkan muncul sebuah karya semprot raksas sepanjang 60 meter lebih, ini adalah jejak pertama yang ditinggalkan oleh bapak graffiti Taiwan, Lü Hsüeh-yüan 1. Saat itu Taiwan baru dua tahun lepas dari hukum darurat, masyarakat penuh kegelisahan dan uji coba terhadap tatanan, graffiti di era itu murni adalah hal di luar hukum. Lebih dari tiga puluh tahun kemudian, kaleng semprot yang sama muncul di daftar undangan pameran legal, seniman graffiti "Da Chang Wang" dari tersangka "penghancur milik umum" yang dikenaikan denda oleh Badan Lingkungan Hidup, berubah jadi kreator yang mewakili kota.

Sindrom Usus Sensitif dan Legenda Urban: Estetika "Jelek" Da Chang Wang

Di kotak transformator jalanan Taipei, pagar proyek konstruksi, atau sudut lorong, sering terlihat simbol "Bayi Da Chang Wang" bergaris sederhana, berambut QQ, dengan senyum misterius. Simbol yang disebut salah satu dari empat legenda jalanan Taipei ini, berasal dari humor kreator Da Chang Wang (CYH Jason) mengubah "sindrom usus sensitif"nya sendiri 2. Ia pernah kuliah jurusan seni di AS, tapi pulang ke Taiwan justru memilih panggung jalanan yang paling "Low" 2.

📝 Catatan Kurator: Keberhasilan Da Chang Wang terletak pada penolakan hal yang halus, menggunakan "rasa Taiwan" yang lunak, jujur, merobohkan tembok tinggi seni.

Da Chang Wang pernah tegas dalam wawancara: "Seni memang tidak ada tingginya rendahnya, asalkan ada kreativitas baru yang bagus, keaslian, dan imajinasi, itu adalah karya seni yang baik." 3. Ia sengaja mengejar keseimbangan "jelek tapi menggemaskan" (Kimokawaii), mengubah citra makanan khas lokal seperti mie usus, usus membungkus usus, menjadi merek visual yang mengklaim "#ProdukKhasTaiwan" 3. Sikap anti-elit ini memicu gelora masyarakat "menangkap" bayi di jalanan di Instagram.

台灣街頭藝術家在牆上進行噴漆塗鴉創作的側面特寫
Seniman jalanan Taiwan sedang menciptakan graffiti semprot di dinding, difoto Juni 2015. Malam dan kejar-mengejar dengan Badan Lingkungan Hidup, adalah sumber kehidupan paling inti budaya ini. Photo: streetallnight. CC BY-SA 2.0 Taiwan via Wikimedia Commons.

Dari Pinggiran Sosial ke White Cube: Jalan Reach dan Candy Bird

Jika Da Chang Wang adalah humoris jalanan, maka Reach dan Candy Bird mewakili dua ujung lain graffiti Taiwan. Reach yang mulai kenal graffiti 1995, adalah pelopor gabungan graffiti Taiwan dengan komersial, ia menggabungkan garis "tangan kucing" minimalis dengan merek seperti Nike, G-Shock, membuktikan graffiti bisa dari jalanan masuk galeri dan pusat komersial 4.

Berlawanan, karya Candy Bird penuh kepedulian sosial yang berat. Sejak 2010, ia memanfaatkan graffiti menyampaikan sudut pandang yang diabaikan aliran utama, melukis di celah pinggiran kota, berusaha merealisasikan perlawanan sosial di tengah beton dan baja 5.

台北萬華廢棄軍事建築外牆覆蓋大面積街頭塗鴉
Dinding luar bekas Stasiun Pasukan Permanen Militer Yongjin, Distrik Wanhua, Taipei, penuh graffiti, difoto April 2021. Celah bangunan tertinggal, adalah tempat paling khas graffiti jalanan Taiwan. Photo: Lokseng01. CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons.

📝 Catatan Kurator: Graffiti di Taiwan bukan sekadar hiasan, ini catatan "tempur badan" generasi berbeda terhadap realitas sosial.

Graffiti di Taiwan selalu berada di zona abu-abu hukum. Graffiti melanggar melanggar Pasal 27 Undang-Undang Pengelolaan Sampah, berdasarkan Pasal 50 undang yang sama dapat dikenai denda 1.200 hingga 6.000 Dolar Taiwan Baru 6. Da Chang Wang pernah dikenaikan denda puluhan ribu karena karyanya muncul di area non-terbuka.

Untuk menyeimbangkan ketertiban kota dan hak cipta, Pemerintah Kota Taipei saat ini membuka 8 taman tepi sungai (seperti Yingfeng, Meidi, Guanshan, dll) sebagai zona graffiti legal 6. Selain itu, "Taman Bertema Film Kota Taipei" di Ximending menyediakan dinding graffiti legal terbesar se-Taiwan, dindingnya setiap tahun diciptakan ulang oleh seniman berbeda 7.

Akhir yang Kontradiktif: Kota Siapa?

Saat graffiti dikandangkan di zona legal, apakah ia masih memiliki jiwa pemberontak awal? Inilah tantangan terbesar seni jalanan Taiwan. Graffiti Taiwan saat ini berada di persimpangan kontradiktif: satu sisi, seniman mendapat kagum merek internasional dan undangan pemerintah; sisi lain, semprot "ilegal" malam hari yang main kejar-mengejar dengan Badan Lingkungan Hidup, tetap menjadi sumber kehidupan paling inti budaya ini.

📝 Catatan Kurator: Graffiti terbaik selalu muncul di tempat paling seharusnya tidak muncul, itu adalah pembentukan kedaulatan ruang yang sesaat.

Dari dinding Jalan Minsheng 1989 hingga kini, graffiti Taiwan sudah dari satu "kebisingan" jadi bagian kota. Ia bukan lagi sekadar pelepasan amarah, melainkan cermin, memantulkan proses ayun dan uji coba pulau ini di antara hukum, estetika, dan kebebasan.

Sumber Gambar

Artikel ini menggunakan 3 gambar berlisensi CC, semua di-cache di public/article-images/art/ menghindari hotlink server sumber:

Referensi

  1. Seniman Graffiti Taiwan Reach, Balikan! Dari Jalanan Menuju Gaya Ciptaan Multidimensi — WowLavie(詳見原始連結內文資料補充)
  2. Mengeluarkan Rasa Taiwan Kental dari Lipatan Keriput, Teman Seniman Hatsumimi — Da Chang Wang — Hatsumimi Pendengar Pertama
  3. Wawancara Khusus Seniman Graffiti Da Chang Wang: Isi Usus Adalah Tinja, Seni Pun Demikian. — Heaven Raven
  4. Budaya Jalanan Masuk Komersial Salahkah? Pelopor Graffiti Taiwan Reach — BeautyMode
  5. Burung Permen Candy Bird — Basis Data Seni Kontemporer Taiwan
  6. Graffiti Sembarangan Denda Maks 6000! 14 Dinding Graffiti Legal Kota Utara Sekilas — Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Taipei
  7. Perpaduan Cagar Budaya dan Seni Pasca-Modern "Seni Jelajah Tak Tuntas" Ajakmu Berkeliling Taman Bertema Film Kota Taipei — Biro Pariwisata dan Komunikasi Pemerintah Kota Taipei
Tentang artikel ini Artikel ini disusun secara kolaboratif oleh komunitas serta ditulis dan ditinjau dengan bantuan AI.
Kata kunci
Seni Jalanan Da Chang Wang Subbudaya Ruang Perkotaan
Bagikan

Bacaan lanjutan

Anda mungkin juga ingin membaca

Seni

Lingkungan Seni Ekologi Baru: Rumah Tua di Jalan Yongfu dengan Luas Empat Ratus Ping pada Tahun 1992, Berjalan Tujuh Tahun di Depan Struktur Subsidi

Pada Juni 1992, Du Zhaoxian membuka 'Lingkungan Seni Ekologi Baru' (Xinshengtai) di sebuah bangunan tua seluas lebih dari empat ratus ping di Jalan Yongfu, Tainan. Saat itu, Yayasan Seni dan Budaya Nasional belum dibentuk, Akademi Seni Tainan belum dibuka, dan kebijakan 'Pemanfaatan Kembali Ruang Menganggur' dari Kementerian Kebudayaan belum diluncurkan. Ia bertahan selama tujuh tahun, dan saat lampu dipadamkan pada tahun 1999, sistem saraf institusional seni kontemporer Taiwan baru saja mulai tumbuh.

閱讀全文
Sejarah

Sanxia Old Street: Tarik-Tarik Kekuasaan di Bawah Serambi Bata Merah, dan Sebuah Eksperimen Warisan Budaya yang Belum Selesai

Sanxia Old Street, yang diakui dengan Penghargaan Keunggulan Global FIABCI 2007, adalah titik tolok ukur pertama Taiwan untuk proyek "restorasi" berskala besar. Dari perdagangan kain celup era Qing di "Sanchong" hingga tragedi pengupasan paksa jalan batu pada 2016, jalan bata merah ini mencatat perjuangan keras Taiwan antara pelestarian cagar budaya dan pengembangan pariwisata.

閱讀全文
Tokoh

Liu Ming-chuan: Menyalakan Lampu Listrik Pertama Taiwan, Pelopor Modernisasi yang Berlari di Tengah Kekuasaan dan Kontroversi

Dari anak penyelundup garam hingga menjadi Perwira Tinggi (Per撫) pertama Taiwan, Liu Ming-chuan dalam enam tahun jabatannya tidak hanya mendorong kereta api dan pos, tetapi juga menyalakan lampu listrik pertama Kekaisaran Qing di ibukota Taipei. Namun, keputusan strategisnya "mundur dari Keelung untuk menolong Tamsui" serta kebijakan pengukuran tanah dan pengelolaan masyarakat asli yang keterlaluan, meninggalkan perdebatan dan bayangan mendalam dalam sejarah.

閱讀全文
Geografi

Tebing Qingshui: Luka Indah dan Ketahanan Hidup di Bawah Tabrakan Lempeng

Pada tahun 1874, Jenderal Luo Dachun dari Dinasti Qing memimpin pasukan membuka Jalan Kuno Suhua, memulai jalan berbahaya ini di pantai timur. Tebing Qingshui, dinding tegak lurus ini yang tersusun dari batu marmer dan gneiss, tidak hanya merupakan cerminan evolusi geologi Taiwan timur, tetapi juga sumber inspirasi bagi tumbuhan endemik dan sastra laut, serta menghadapi tantangan ganda lingkungan dan keamanan.

閱讀全文