Ringkasan 30 Detik:
Instagram sudah menjadi kartu nama visual bagi 11,3 juta orang di Taiwan. Menurut Laporan TWNIC 2025, meski tingkat penggunaan IG masih stabil di posisi kedua media sosial Taiwan (21,07%), angka ini turun dibandingkan 23,89% pada 2024. Yang lebih menarik untuk dicermati: Threads (dijuluki "Cui" di Taiwan) melompat dari luar peringkat ke posisi ketiga dengan 4,57%, melampaui X, TikTok, dan PTT — menjadikan ketegangan antara narasi "estetika sempurna" IG dan budaya "kontroversi nyata" ala "Cui" sebagai garis patahan paling menarik dalam kehidupan digital Taiwan tahun 2025.
"Pacar saya merasa foto-fotonya kurang bagus."1 Pada 2010, Kevin Systrom dan pacarnya Nicole Schuetz sedang berjalan-jalan di sebuah pantai di Meksiko. Kalimat itu membuatnya menulis filter pertama — X-Pro II2 — pada sore hari itu juga. Foto sebuah kedai taco yang diproses dengan filter X-Pro II menjadi unggahan pertama Instagram, sekaligus menjadi titik awal transformasi budaya visual selama lima belas tahun berikutnya.
Bingkai Persegi 1:1 dan Nuansa "Anak Sastra": Gelombang Pertama IG di Taiwan
Penyebaran awal Instagram di Taiwan mengikuti jalur komunitas "anak sastra" (wenqing). Komposisi persegi 1:1 dan filter bergaya retro memberi pemandangan jalanan Taiwan yang biasa saja nuansa film lama. Bagi pengguna Taiwan yang terbiasa dengan linimasa Facebook yang berantakan, IG menawarkan sebuah tatanan visual yang bersih — halaman setiap orang menjadi pameran mini yang dikurasi dengan cermat.
📝 Catatan Kurator: Di Taiwan, filter IG adalah sebuah kontrak sosial — semua orang sepakat hanya menampilkan 5% bagian paling cemerlang dari hidup mereka.
Pola Penggunaan di Balik Angka-Angka
Laporan Digital 2025: Taiwan dari DataReportal menunjukkan bahwa jangkauan iklan Instagram di Taiwan telah mencapai 48,8% dari total populasi; di antara orang dewasa Taiwan berusia 18 tahun ke atas, lebih dari 56,2% adalah pengguna aktif3. Laporan TWNIC 2025 menunjukkan bahwa tingkat penggunaan Instagram menempati posisi kedua di antara platform media sosial Taiwan (21,07%), turun dari 23,89% pada 20244.
Perbandingan kedua angka ini menarik: statistik jangkauan iklan DataReportal melihat "berapa banyak orang yang sebenarnya bisa dijangkau iklan di IG", sementara survei tingkat penggunaan TWNIC melihat "berapa banyak orang yang mengaku sendiri menggunakan IG". Dua metode perhitungan berbeda, dua jawaban berbeda, yang bersama-sama menggambarkan sebuah platform dengan cakupan yang sudah jenuh, tetapi keterikatan aktifnya mulai menurun.
Pergeseran Algoritma: Reels dan Kecemasan "Waktu Tontonan"
Antara 2024 hingga 2025, guncangan terbesar bagi ekosistem IG di Taiwan datang dari platform itu sendiri: Meta secara resmi mengonfirmasi dalam laporan pendapatan Kuartal IV 2025 bahwa metrik inti sepenuhnya beralih ke "Watch Time" (total waktu tontonan)5, dengan algoritma mengerahkan sumber daya besar-besaran ke video pendek Reels untuk bersaing dengan TikTok.
Hal ini membuat sesak napas banyak kreator yang sudah lama berakar di Taiwan. Analisis tren Hootsuite tahun 2026 menunjukkan bahwa inti algoritma IG telah bergeser "dari sekadar jangkauan menjadi keterlibatan mendalam"6 — sebuah video spontan berdurasi 15 detik dengan tingkat penyelesaian tinggi sering kali mengalahkan foto statis yang diedit dengan cermat selama tiga jam. Fotografer, akun kuliner, dan kreator gaya hidup Taiwan semuanya sedang mengevaluasi ulang strategi kreatif mereka di tengah gelombang transformasi ini.
Serangan Kejutan "Cui"
Tepat ketika IG terasa semakin berat, Threads (dijuluki "Cui" di Taiwan) tiba-tiba meledak popularitasnya pada 2024. Laporan TWNIC 2025 menunjukkan bahwa tingkat penggunaan Threads di Taiwan mencapai 4,57%, melampaui X (Twitter), TikTok, dan PTT untuk menjadi platform media sosial terbesar ketiga di Taiwan4.
"Cui" mengisi celah yang dirasakan pengguna Taiwan — "takut mengatakan yang sebenarnya" — di IG. Logika IG adalah mempertahankan citra diri yang sempurna; algoritma "Cui" justru menyukai kontroversi, kebocoran informasi, dan pengadilan publik7. Ekosistem dwi-habitat "IG mengurus keindahan, Threads mengurus perdebatan" ini membuat kedua platform masing-masing menemukan saluran emosi yang berbeda bagi penggunanya.
Kesenjangan Antara Akses Digital dan Misinformasi
Survei Akses Digital ke-114 Kementerian Urusan Digital (MODA) menunjukkan bahwa tingkat konektivitas internet rumah tangga di Taiwan telah mencapai 93,4%8. Namun, ada satu angka lain dari Laporan TWNIC yang lebih patut diperhatikan: lebih dari 60% masyarakat Taiwan mengandalkan "intuisi" untuk mengenali misinformasi9.
Ekosistem media sosial dengan penetrasi tinggi yang berhadapan dengan kebiasaan pemeriksaan fakta yang rendah secara sistematis adalah tantangan nyata yang dihadapi Taiwan di era penyebaran cepat IG dan Threads. Persoalan akses digital sudah lama berkembang dari "bisa tidaknya terhubung ke internet" menjadi "bagaimana menilai apa yang dilihat setelah terhubung".
Setelah Filter
Dari X-Pro II pertama di pantai Meksiko hingga jari-jari yang tak terhitung jumlahnya yang menggeser layar di MRT Taipei, Instagram telah mengubah cara orang Taiwan memandang dunia. IG membawa makanan dan pemandangan Taiwan ke panggung internasional, tetapi juga mengurung kehidupan dalam kecemasan bingkai 1:1.
Kebangkitan "Cui" mungkin menjelaskan satu hal: ketika filter sudah begitu sempurna hingga terasa palsu, yang pada akhirnya diinginkan orang mungkin adalah koneksi yang tidak dipoles, nyata, dan berantakan itu.
Bacaan Lanjutan:
- Facebook: Dari Demam Bertani hingga Pedang Bermata Dua Demokrasi Digital — Meta, perusahaan induk IG, memiliki basis lain di Taiwan. Dari demam Happy Farm pada 2009 hingga kontroversi penyensoran pada 2025, ini adalah latar belakang penting untuk memahami strategi Meta di Taiwan.
- Threads di Taiwan — Alter ego "Cui" milik IG, bagaimana ia meledak dari nol menjadi platform terbesar ketiga di Taiwan pada 2024, serta hubungan simbiosis dan kompetisinya dengan IG.
- Sejarah Migrasi Komunitas Daring Taiwan — Dari BBS, Wretch, Plurk hingga Facebook, IG, dan Threads, sejarah migrasi kolektif pengguna internet Taiwan memberikan perspektif jangka panjang untuk memahami tren penurunan IG. (Terjemahan Bahasa Indonesia untuk artikel ini belum tersedia; tautan mengarah ke sumber asli berbahasa Mandarin.)
Referensi
- Pengguna Instagram Tembus 1 Miliar, Mengapa Kedua Pendirinya Justru Pergi? — Manager Today, melaporkan asal-usul kewirausahaan Kevin Systrom dan latar belakang kepergiannya bersama Mike Krieger dari Instagram pada 2018, mengutip komentar penting dari pacarnya Nicole Schuetz di pantai Meksiko.↩
- Hitting the Books: The story behind Instagram's most famous filter — Engadget, mengutip buku No Filter karya Sarah Frier, mencatat kisah Systrom menulis filter X-Pro II pada sore hari itu di Meksiko dan foto pertama yang ia unggah ke Instagram.↩
- Digital 2025: Taiwan Report — Laporan digital tahunan Taiwan dari DataReportal, mencatat data inti seperti jangkauan iklan Instagram yang mencapai 48,8% dari total populasi dan pengguna aktif di atas 56,2% pada kelompok usia 18 tahun ke atas.↩
- 2025 Taiwan Internet Report — Taiwan Network Information Center (TWNIC), mencatat data fluktuasi platform utama seperti tingkat penggunaan Instagram 21,07% (23,89% pada 2024) dan tingkat penggunaan Threads 4,57% yang melampaui X dan TikTok.↩2
- Meta Reports Fourth Quarter and Full Year 2025 Results — Siaran pers resmi investor Meta, mengonfirmasi pergeseran strategi algoritma ke Watch Time (total waktu tontonan) sebagai metrik inti pada 2025.↩
- Instagram algorithm tips for 2026: Everything you need to know — Blog Hootsuite, menganalisis tren 2026 pergeseran algoritma IG dari jangkauan menuju keterlibatan mendalam, mencatat tekanan bagi kreator untuk menyesuaikan strategi mereka.↩
- 獵奇、虐心、廢文、癖好……媒體人看 Threads 流量之謎 — Opini Independen CommonWealth Magazine, para pelaku media menganalisis preferensi algoritma Threads terhadap konten kontroversial, kebocoran informasi, dan pengadilan publik, menyoroti perbedaan mendasarnya dengan budaya estetika sempurna IG.↩
- 114 年數位近用調查報告:台灣整體數位化程度深化 — Kementerian Urusan Digital (MODA), mencatat tingkat konektivitas internet rumah tangga Taiwan sebesar 93,4%, menjadi dasar statistik resmi untuk memahami tingginya penetrasi ekosistem media sosial Taiwan.↩
- 2025 台灣網路報告:逾 6 成民眾對假訊息「憑直覺辨識」 — Digital Era, melaporkan hasil survei perilaku masyarakat Taiwan dalam mengenali misinformasi dari Laporan TWNIC 2025, mengungkap kesenjangan antara tingginya tingkat konektivitas dan rendahnya pemeriksaan sistematis.↩