Ringkasan 30 Detik: 2020, Garis Hijau MRT Taichung pertama kali memasuki operasi uji coba, namun berhenti pada hari ke-6 akibat kerusakan coupler, dan baru resmi beroperasi tahun berikutnya. Rute tinggi sepanjang 16,7 km ini menghubungkan Beitun, Jalan Wenxin, dan Stasiun HSR Taichung, serta membawa kota yang lama bergantung pada bus, sepeda motor, dan mobil ke era rel yang memaksa pembahasan tentang integrasi moda transportasi, keamanan, dan pejalan kaki. Yang benar-benar berubah bukan hanya tempat orang naik kereta, melainkan Taichung mulai memahami jarak dirinya sendiri lewat konsep "stasiun berikutnya".
16 November 2020, Lu Hsiu-yen mengumumkan Garis Hijau MRT Taichung memulai operasi uji coba, kota ini pertama kali memiliki MRT sendiri. Hari itu lebih dari 70.000 orang kali masuk stasiun, seperti sebuah pesta coba rasa skala kota, semua orang tidak hanya naik kereta, tapi juga memverifikasi apakah Taichung benar-benar bisa menjadi kota yang bergerak di atas rel. 1
6 hari kemudian, sumbu coupler semi-permanen di antara gerbong kereta patah, 18 rangkaian kereta dihentikan total. Garis Hijau yang dijadwalkan resmi beroperasi akhir 2020, baru bisa beroperasi kembali 25 April 2021. 2
Bagian paling layak ditulis dari rute ini, justru karena ia tidak diselesaikan sesuai skenario upacara. MRT Taichung bukan titik akhir kalimat "akhirnya punya MRT", melainkan sebuah tempat dengan jalan lebar, banyak sepeda motor dan mobil, serta tata kota yang tersebar, yang pertama kali harus menaruh keamanan, integrasi moda transportasi, dan kepercayaan di atas satu peta rute yang sama.

Gambar: Kereta Garis Hijau MRT Taichung. Fotografi: Cbliu. Sumber gambar: Halaman berkas Wikimedia Commons, lisensi Data Terbuka Situs Web Pemerintah Biro Berita Pemerintah Kota Taichung, wajib mencantumkan sumber saat digunakan. 3
Sebuah Kota, Dimulai dari "Tanpa MRT"
Rencana MRT Taichung bukan peta biru yang tiba-tiba muncul. Data jaringan resmi menelusuri titik awal perencanaan ke tahun 1990-an, Garis Wuri-Wenxin-Beitun ditetapkan sebagai jaringan awal oleh Yuan Administrasi 2004, 2008 Kementerian Transportasi, Pemerintah Kota Taichung, dan Pemerintah Kota Taipei menandatangani kesepakatan pembangunan dan operasi, Oktober 2009 resmi mulai dibangun. 4
Waktu ini sangat lama, lama hingga nama sebuah rute, unit pembangunan, dan imajinasi kota berganti beberapa putaran. Garis Hijau akhirnya menjadi sistem menengah tinggi sekitar 16,7 km, dari Stasiun Utara Beitun ke selatan melingkar sisi barat kota, menyentuh Stasiun HSR Taichung, total 18 stasiun. Ia tidak langsung masuk ke Stasiun Taichung TRA, pilihan ini juga mengingatkan: MRT bukan sihir yang sekali sapu menyelesaikan semua masalah transportasi, melainkan memilih sebuah kerangka yang bisa mendarat terlebih dahulu. 5
Yang benar-benar diubah oleh satu jalur MRT, bukan hanya waktu tempuh, melainkan cara orang menilai "apakah ini dihitung pusat kota".
📝 Catatan Kurator
Keanehan Garis Hijau Taichung tidak terletak pada ia lebih cepat dari kota lain, melainkan ia mengubah perdebatan "apakah Taichung butuh MRT" jadi masalah kehidupan yang bisa diverifikasi sendiri setiap pagi.
Skala konstruksi juga mudah tertutupi oleh satu kata "resmi beroperasi". Railway Gazette melaporkan, pembangunan Garis Hijau dimulai 2009, panjang rute sekitar 16,7 km, total biaya sekitar 59,3 miliar Dollar Taiwan Baru, di mana pemerintah pusat menanggung sekitar 32,8 miliar. Kereta mengadopsi sistem tanpa awak, armada terdiri dari 36 rangkaian kereta dua gerbong. 5
Proyek yang sama juga harus dibangun di atas kawasan padat. Catatan proyek penyedia alat angkat dan eskalator Otis menyebutkan, proyek mencakup 117 unit eskalator berat dan 59 unit lift, sebagian area konstruksi stasiun hanya berjarak sekitar 5 hingga 6 meter dari bangunan sekitar. Angka-angka ini bukan sekadar daftar peralatan, ia menjelaskan mengapa Garis Hijau Taichung selalu seperti operasi bedah yang berjalan beriringan dengan jalan raya yang sudah ada. 6
Keramaian Hari Pertama, dan Retakan Hari Keenam
Sabtu pertama operasi uji coba, CNA mencatat Garis Hijau hingga pukul 14.00 sudah memiliki 47.094 orang kali, total operasi hari itu diperkirakan tembus 90.000 orang kali. Stasiun HSR Taichung, Stasiun Utara Beitun, dan Stasiun Pemerintah Kota menjadi tiga titik paling ramai, Stasiun Songzhu bahkan menghubungkan bus perantara libur ke Taman Bunga Xinshe dan Festival Kertas Dinding Internasional Taichung. 1
Pemandangan ini sangat mirip kota yang mengantre menyambut masa depan. Penumpang memegang kartu tiket, memfoto gerbong dan rel tinggi, barang dagangan MRT pun dijual di "Koperasi Kecil Hijau-Hijau" di Stasiun HSR Taichung. MRT diperlakukan sebagai alat transportasi, juga sebagai kenangan kota yang bisa dibawa pulang.
Tapi 22 November, operasi uji coba pertama diakhiri lebih awal malam hari itu. Pemeriksaan lanjutan MRT Taichung menemukan, sumbu perangkat tarik coupler semi-permanen di antara gerbong EMU patah. Catatan peristiwa penting perusahaan MRT Taichung mencatat, 18 rangkaian kereta dihentikan total untuk diperiksa dan diperbaiki, pemerintah kota membentuk komite tinjau kecelakaan, kemudian mengganti sumbu versi upgraded dan melakukan uji coba operasi 300 km. 2
📝 Catatan Kurator
Kepercayaan kota baru tidak didapat hari resmian. Ia tumbuh perlahan setelah kecelakaan, saat "apa yang rusak, bagaimana diperbaiki, siapa yang memverifikasi" dijelaskan satu per satu.
CNA dengan jelas menulis garis waktu penundaan ini. Garis Hijau awalnya dijadwalkan resmi beroperasi Desember 2020, setelah kecelakaan hingga 25 Maret 2021 baru uji coba lagi, 25 April 2021 resmi beroperasi. Ini bukan sekadar keterlambatan proyek, melainkan keterlambatan paling sulit di transportasi umum: penumpang sudah melihat stasiun, sudah naik kereta, tapi belum bisa mengandalkannya sebagai kehidupan sehari-hari. 2
Dari perspektif insinyur, pelajaran rute ini sangat konkret. Uji coba bukan ritual pra-resmi, melainkan pekerjaan yang harus terus menengok kembali setelah resmi beroperasi. Dari perspektif penumpang, maka masalah lain: sebuah rute bisa sangat baru, tapi tidak boleh meminta penumpang menggunakan tubuh mereka sendiri untuk menyelesaikan verifikasi terakhir.
Garis Hijau Bukan Cuma Menghubungkan Dua Ujung
Garis Hijau paling mudah dipahami sebagai "perantara Beitun ke HSR". Pemahaman ini tidak salah, tapi terlalu sempit. Ia sekaligus menaruh kawasan perumahan Beitun, integrasi TRA di Songzhu, aktivitas komersial di Jalan Wenxin, inti administratif di sekitar Pemerintah Kota, serta Stasiun HSR Taichung di dalam sistem tiket dan jarak antar keberangkatan yang sama.
Jalur ini juga membuat skala kota Taichung terasa. Rel tinggi lewat di atas jalan raya, stasiun dan eskalator mengangkat orang dari permukaan jalan ke ketinggian lain. Tempat-tempat yang dulu hanya berdekatan di peta, kini punya satuan konkret "stasiun berikutnya". Kota tidak lagi hanya digambarkan panjang jalan, tapi juga digambarkan waktu tunggu antar stasiun.
Railway Gazette menyinggung, Garis Hijau melingkar sisi barat pusat kota, dan tidak melayani Stasiun Taichung TRA. Kesenjangan ini membuatnya lebih mirip kerangka pertama, bukan jaringan lengkap. Biro Proyek MRT Pemerintah Kota saat ini memasukkan perpanjangan Garis Hijau ke Dakeng, Changhua, serta Garis Biru, Oranye, Ungu, Merah ke dalam visi jaringan rel secara keseluruhan. 4 5

Gambar: Kereta MRT Taichung mendekati Stasiun HSR Taichung. Fotografi: WC-QHS. Sumber gambar: Halaman berkas Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 2.0, wajib mencantumkan penulis, lisensi, dan berbagi turunan dengan cara yang sama. 7
Halaman berkas Wikimedia Commons
📝 Catatan Kurator
Nilai jalur pertama, bukan karena ia sudah menghubungkan seluruh Taichung, melainkan ia membuat jalur berikutnya bukan lagi sekadar garis-garis warna di peta, tapi janji yang bisa dibandingkan penumpang.
Dampak Satu Jalur MRT, Bukan Hanya Angka Penumpang
MRT sering dibicarakan soal volume penumpang dan harga rumah, tapi keduanya tak bisa mewakili transformasi kota sendirian. Sebuah penelitian 2022 menggunakan data transaksi perumahan 2012–2021 membangun model harga karakteristik, menganalisis pasar perumahan di kecamatan yang dilalui Garis Hijau, menemukan setiap penambahan 100 meter jarak ke stasiun MRT, rata-rata harga per unit turun 0,4%. Penelitian juga menyinggung, di tempat jaringan bus lebih berkembang, perbaikan marginal MRT terhadap aksesibilitas lebih kecil. 8
Hasil ini diletakkan kembali ke kondisi transportasi Taichung, justru lebih menarik. Taichung awalnya sudah punya bus, sepeda motor, dan jalan lebar, Garis Hijau menambahkan sebuah sistem ke dalam kebiasaan transportasi yang sudah ada. Ia bisa mengubah kehidupan atau tidak, tergantung apakah orang mau naik bus di depan rumah, berintegrasi di Songzhu atau Stasiun HSR, lalu menyerahkan segmen terakhir ke jalan kaki.
Dengan kata lain, perubahan harga rumah di dekat stasiun hanyalah salah satu hasil. Pertanyaan lebih penting: apakah stasiun benar-benar membuat orang kurang naik sepeda motor sejarak itu, apakah anak bisa sendiri jalan ke pintu stasiun, apakah orang yang tidak punya mobil di Taichung punya lebih banyak pilihan. Keberhasilan pembangunan transportasi, tidak seharusnya hanya diukur "dekatnya jadi mahal berapa", tapi juga "siapa yang jadi punya cara tiba baru".
Kota di Atas Stasiun, Kehidupan di Bawah
Sebagian besar rute Garis Hijau berbentuk tinggi, ini menjadikan stasiun semacam pintu masuk kota vertikal. Penumpang dulu dari kolong, persimpangan, atau halte bus jalan ke badan stasiun, lalu naik eskalator dan lift, baru sampai peron. Catatan proyek Otis menyebut, Garis Hijau punya 18 stasiun, saat konstruksi harus memasang 117 unit eskalator berat dan 59 unit lift dalam kondisi tidak mengganggu aliran kendaraan dan pejalan kaki sehari-hari. 6

Gambar: Peron Garis Hijau Stasiun Pemerintah Kota MRT Taichung. Fotografi: Cheng,Cheng-en, pengguna Wikimedia Rail02000. Sumber gambar: Halaman berkas Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 4.0, wajib mencantumkan penulis, lisensi, dan berbagi turunan dengan cara yang sama. 9
Pergerakan vertikal ini punya harganya. Bagi orang terburu-buru, jarak ke tangga adalah biaya integrasi. Bagi orang mendorong kereta bayi, pengguna kursi roda, atau bawa barang, apakah lift mudah ditemukan jadi prasyarat bisa pakai MRT. Aksesibilitas MRT tidak dimulai setelah kereta sampai peron, tapi sudah ditentukan dari trotoar ke pintu masuk segmen pertama.
Garis Hijau Taichung jadi seperti pengingat yang digantung di atas kota: rel bisa melintasi blok, tapi kehidupan tidak bisa digantung. Trotoar di sekitar stasiun, penutup hujan, perantara bus, dan pencahayaan malam, akan menentukan sebuah MRT tinggi apakah kenyamanan sehari-hari, atau hanya garis indah di peta.
📝 Catatan Kurator
MRT tinggi mengangkat kereta, tapi tidak mengangkat penumpang dari tanah. Teknik kota yang sesungguhnya, tetap terjadi di segmen jalan sebelum pintu masuk.
Bagaimana Stasiun Menghubungkan Dua Moda Transportasi
Foto peron Stasiun Pemerintah Kota membuat logika ruang MRT tinggi jadi konkret. Kereta berhenti di atas kota, di bawah peron tetap adalah kehidupan kantor, komersial, dan pertemuan jalan raya. Penumpang melihat satu kereta masuk stasiun, kota yang benar-benar ditanggung adalah bagaimana menghubungkan pintu masuk stasiun, eskalator, peron, dan jalur pejalan kaki tanah jadi alur yang tidak perlu ditebak-tebak berulang. 9
Foto Stasiun Songzhu lalu memunculkan masalah lain. MRT dan TRA bukan dua node abstrak, mereka butuh pintu keluar, tangga, ruang teduh hujan, dan penunjuk arah untuk terhubung. Saat penumpang tarik koper atau jam sibuk ganti kereta, jarak integrasi langsung jadi skor seseorang terhadap transportasi umum. Ini juga jelasin kenapa nilai satu rute tidak bisa hanya lihat kecepatan kereta, tapi harus lihat apakah pintu dua sistem benar-benar terbuka bersamaan. 10
Dari sudut desain kota, stasiun di foto bukan latar, tapi hasil kebijakan transportasi. Rel tinggi mengangkat fungsi transportasi utama, lapisan tanah jadi butuh penetapan aman, penanda jelas, dan ruang jalan kaki yang berkelanjutan. Kalau stasiun cuma selesaikan fungsi kereta, tapi tidak selesaikan fungsi jalan kaki, MRT tetap akan dipotong jadi potongan-potongan peralatan terisolasi.
📝 Catatan Kurator
Foto paling berguna bukan nambah pemandangan artikel, tapi bikin kalimat abstrak "integrasi itu penting" jadi satu pintu terlihat, satu jalan yang harus ditempuh habis.
2023, Masalah Keamanan Kembali ke Luar Pintu Gerbong
10 Mei 2023, kereta Garis Hijau di dekat Stasiun Taman Fenle menabrak boom kran yang jatuh dari lokasi konstruksi bangunan ke rel, menyebabkan penumpang Lin Shu-ya meninggal, 10 orang luka. Pasca kecelakaan, MRT Taichung mengusulkan penguatan isyarat darurat, memungkinkan penumpang mencegah pintu tertutup, memudahkan petugas pendamping mengambil tas alat, juga merencanakan penambahan tombol darurat stasiun dan perangkat deteksi halangan lebih baik. 11
Kecelakaan ini mendorong batas keamanan dari dalam kereta ke dalam kota. Perusahaan MRT bisa kelola stasiun, kereta, dan rel, tapi lokasi konstruksi di sisi rel tinggi, boom kran, dan manajemen konstruksi, juga langsung masuk ke jalur perjalanan penumpang. Saat MRT menembus kawasan padat, setiap proyek kota bisa jadi bagian sistem rel.
Investigasi kecelakaan dan perbaikan lanjutan tidak boleh diperlakukan sebagai lampiran kisah resmian. Catatan peristiwa penting MRT Taichung mencatat, KNKT 2023 menerbitkan laporan investigasi, 5 rekomendasi untuk pemerintah kota dan MRT Taichung sudah selesai diperbaiki. "Selesai" ini tetap butuh diverifikasi berkelanjutan, karena keamanan bukan sertifikat penutupan kasus, melainkan sebelum anomali berikutnya, apakah semua orang tahu harus apa. 2
Peralatan paling penting MRT, selain sensor di rel, juga termasuk reaksi bersama yang diketahui setiap orang kapan harus berhenti.
Apa yang Akhirnya Diingat Penumpang
Catatan peristiwa penting resmi MRT Taichung menunjukkan, Garis Hijau September 2022 tembus 10 juta orang kali kumulatif, akhir tahun 2023 pencatatan 59.000 orang kali, Desember 2024 volume bulanan lagi rekor sejarah. Hingga Januari 2026, data resmi catat volume kumulatif tembus 60 juta orang kali, kepuasan penumpang 2025 sebesar 95,6%. Angka-angka ini tunjukkan, Garis Hijau sudah dari pengalaman baru perlahan masuk ke penggunaan sehari-hari. 2
Tapi yang benar-benar diingat penumpang, mungkin bukan 16,7 km, juga bukan rekor volume tertentu, melainkan cahaya bayangan Stasiun Taman Hutan Wenxin, integrasi Stasiun Songzhu, kereta di peron Stasiun HSR, atau suatu hari hujan, pintu eskalator penuh orang yang belum belajar naik MRT.
Makna kota MRT Taichung, justru tersembunyi di pengulangan-pengulangan tak megah ini. Ada yang pertama kali naik kereta ke kantor, ada yang bawa anak ke Stasiun HSR, ada yang tidak perlu cari parkir lagi buat nonton acara. Rel tetap mengubah masa depan kota jadi aksi yang bisa diulang setiap hari. Saat badan stasiun, peron, integrasi, dan jalan raya diikat satu perjalanan, MRT benar-benar dari istilah teknik jadi kehidupan kota.
Integrasi Bukan Soal Tambahan, Tapi Rel Kedua Garis Hijau
18 stasiun Garis Hijau tidak akan menyelesaikan satu perjalanan sendirian. Bagi kebanyakan penumpang, rute sesungguhnya adalah rumah ke halte bus, halte bus ke pintu masuk MRT, peron ke tujuan, lalu dari stasiun terakhir jalan ke kantor, sekolah, atau mal. Setiap ganti tangan bisa bikin orang hitung ulang waktu. Kalau di antara segmen ada yang tidak teduh hujan, tidak penunjuk jelas, atau waktu tunggu terlalu lama, penumpang mungkin kembali ke sepeda motor yang familiar.
Pentingnya Stasiun Songzhu dan Stasiun HSR Taichung, justru karena mereka bikin Garis Hijau bukan cuma jalur tunggal antar dua ujung. Yang pertama masukin MRT ke jaringan integrasi TRA, yang kedua taruh rel kota, kereta cepat, bus perantara, dan pergerakan antar kota di satu jadwal perjalanan. Nilai node ini bukan stasiun seberapa besar, tapi apakah alat transportasi kecepatan beda bisa nyambung dalam satu kali keluar rumah. 1 4
Soal berikutnya Garis Hijau Taichung, akibatnya bukan "masih mau bangun berapa jalur" segampang itu. Jaringan jadi panjang nanti, tiket, jarak keberangkatan, jarak integrasi, dan desain informasi harus ikut gede. Kalau tiap jalur sendiri enak, tapi ganti jalur harus jalan jauh, kota dapat mungkin cuma lebih banyak pilihan, bukan kehidupan lebih mudah tiba. Inilah alasan pemerintah kota masukin perpanjangan Garis Hijau dan Garis Biru, Oranye, Ungu, Merah ke perencanaan jaringan keseluruhan. 4
Dari pengelolaan proyek, integrasi tetap tempat paling bisa uji apakah pembangunan publik benar-benar berpusat pada pengguna. Kereta tepat waktu bisa dibuktikan catatan sistem, penumpang mau naik lagi atau tidak, harus lihat dia keluar stasiun apakah bisa aman lewat persimpangan, apakah tahu bus berikutnya dari mana, serta bawa barang apakah bisa tidak perlu belok-belok. Nilai kota Garis Hijau, akhirnya akan jatuh di detail-detail yang tidak akan muncul di foto potong pita.

Gambar: Pintu keluar-masuk antara Stasiun Songzhu MRT Taichung dan Stasiun Songzhu TRA. Fotografi: Tbatb. Sumber gambar: Halaman berkas Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 4.0, wajib mencantumkan penulis, lisensi, dan berbagi turunan dengan cara yang sama. 10
📝 Catatan Kurator
Satu jalur MRT di peta cuma butuh dua ujung, masuk kehidupan butuh banyak segmen jalan. Integrasi sesungguhnya, adalah meyakinkan segmen-segmen ini jadi satu perjalanan.
Setelah Garis Hijau, Taichung Masih Harus Menjawab Apa
Jalur pertama bikin Taichung masuk era MRT, tapi tidak bikin semua orang otomatis jadi penumpang MRT. Integrasi Garis Hijau dengan bus, lingkungan jalan kaki sekitar stasiun, integrasi TRA dan HSR, serta apakah Garis Biru, Merah, dll di masa depan bisa jalan sesuai rencana, yang akan menentukan jalur ini akhirnya cuma barang pameran terisolasi, atau kerangka transportasi kota. 4
Inilah paradoks paling layak diingat MRT Taichung: ia pakai rel tinggi nyatakan kota sedang berubah, tapi tetap harus andalkan bus, jalan kaki, dan jalan yang sudah ada, untuk menyelesaikan setiap perjalanan. MRT tidak menggantikan kota, ia menata ulang pilihan transportasi yang tersebar.
📝 Catatan Kurator
Yang benar-benar ditunggu Taichung, adalah sejenis "tanpa mobil juga bisa tiba" kehidupan kota sehari-hari, bukan cuma jalur MRT lain. Garis Hijau sudah mulai jawab, tapi belum selesai jawab.
Kecelakaan November 2020 bikin Taichung tahu satu MRT harus dulu belajar perbaiki. Kecelakaan boom kran 2023 lalu bikin ia tahu keamanan MRT tidak bisa cuma dikurung di pagar stasiun. Saat Garis Hijau terus menumpuk penumpang, ia juga terus mengubah janji kota jadi rute yang bisa diperiksa.
Ujungnya bukan Stasiun HSR Taichung, juga bukan warna berikutnya di peta jaringan masa depan. Bagi penumpang, ujung sesungguhnya adalah suatu hari, dia tidak perlu lagi tanya dulu "Taichung punya MRT nggak", tapi langsung cek kereta berikutnya jam berapa datang.
Bacaan Lanjutan
- Biro Proyek MRT Pemerintah Kota Taichung: Jaringan Rel Keseluruhan
- PT MRT Taichung: Catatan Peristiwa Penting
- Wikimedia Commons: Train of Taichung MRT.jpg
Referensi
- CNA: Gelora naik Garis Hijau MRT Taichung hari libur pertama diperkirakan tembus 90 ribu orang kali — Meliput volume real-time, stasiun integrasi utama, dan peristiwa abnormal kereta saat uji coba pertama November 2020, menyediakan lapangan berita reaksi penumpang awal resmian.↩23
- PT MRT Taichung: Catatan Peristiwa Penting — MRT Taichung resmi merangkum per tahun perencanaan, konstruksi, kecelakaan coupler, resmi beroperasi, perbaikan kecelakaan, dan volume kumulatif, menjadi sumber primer garis waktu dan data terbaru artikel ini.↩2345
- Wikimedia Commons: Train of Taichung MRT.jpg — Halaman berkas menunjuk fotografer Cbliu, gambar dari data terbuka Biro Berita Pemerintah Kota Taichung, lisensi Data Terbuka Situs Web Pemerintah, diperbolehkan reproduksi dan adaptasi dengan mencantumkan sumber.↩
- Biro Proyek MRT Pemerintah Kota Taichung: Jaringan Rel Keseluruhan — Pemerintah Kota Taichung menjelaskan sejarah perencanaan MRT, rute prioritas Garis Hijau, perpanjangan Garis Hijau, serta arah jaringan keseluruhan Garis Biru, Oranye, Ungu, Merah.↩2345
- Railway Gazette: Taichung Green Line ready to open — Media profesional rel internasional merangkum panjang, biaya, stasiun, kereta tanpa awak, ujung rute, dan konfigurasi tinggi Garis Hijau pra-uji coba, menyediakan sumber silang bahasa Inggris.↩23
- Otis Global Projects: Taichung MRT — Halaman proyek penyedia eskalator dan lift mencatat 18 stasiun Garis Hijau, 117 unit eskalator berat, 59 unit lift, dan koordinasi konstruksi kawasan padat, melengkapi skala peralatan lapangan proyek.↩2
- Wikimedia Commons: 2020-11-20 MRT train near HSR Taichung Station — Halaman berkas menunjuk fotografer WC-QHS, foto asli dari Flickr, lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 2.0 Generic, boleh dibagikan dan diadaptasi tapi wajib cantumkan penulis, tautan lisensi, dan berbagi turunan dengan cara sama.↩
- Shao Chuan-ru, Chen Feng-yao: Penelitian Pengaruh Garis Hijau MRT Taichung Terhadap Harga Perumahan Sekitar — Penelitian Majalah Ekonomi Tanah Tahunan 2022 membangun model dengan kasus transaksi 2012–2021, menganalisis hubungan jarak MRT, jaringan bus, dan harga perumahan.↩
- Wikimedia Commons: Taichung Metro Taichung City Hall Station Green Line Platform — Halaman berkas menunjuk penulis Cheng,Cheng-en, pengguna Wikimedia Rail02000, lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International, boleh dibagikan dan diadaptasi tapi wajib cantumkan penulis, lisensi, dan berbagi turunan dengan cara yang sama.↩2
- Wikimedia Commons: Entrance-exit between Taichung Metro Songzhu Station and TRA Songzhu Station 02 — Halaman berkas menunjuk penulis Tbatb, lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International, boleh dibagikan dan diadaptasi tapi wajib cantumkan penulis, lisensi, dan berbagi turunan dengan cara yang sama.↩2
- Taipei Times: MRT company proposes changes after fatal crash — Laporan bahasa Inggris merangkum korban jiwa, waktu penyelamatan, celah prosedur, dan rencana perbaikan keamanan MRT Taichung pasca kecelakaan jatuh boom kran Stasiun Taman Fenle 2023.↩