Ringkasan 30 Detik: Pada akhir 1940-an, Tuan Hsu Liu-yi di Sakariba, Tainan, menciptakan "Chicken Liver Board" yang karena bentuknya mirip batu nisan, dijuloki profesor sebagai "Coffin Bread". Hidangan kreatif ini yang kelihatannya sial, dengan roti tawar goreng renyah membungkus isian kaya rasa, bukan hanya cerminan budaya kuliner "perpaduan Timur-Barat" pasca-perang Taiwan, tapi juga mendapat liputan media internasional seperti CNN. Dari isian hati ayam awal hingga saus putih seafood modern, ia telah naik pangkat dari kue khas lokal jadi ikon kuliner internasional paling representatif Tainan.
Pada akhir 1940-an, Taiwan pulih perlahan dari kelangkaan bahan pasca-perang, dan di Sakariba Tainan yang ramai (sekarang Pasar Kanglo), sebuah kue baru diam-diam lahir 1. Ia memakai roti tawar tebal goreng renyah sebagai wadah, isian penuh, tapi justru jadi terkenal luas berkat nama beraninya—"Coffin Bread". Kue khas Tainan yang kedengarannya sial tapi bikin ngiler ini, sebenarnya mengandung evolusi unik budaya kuliner Taiwan pasca-perang, serta kreativitas dan ketekunan seorang koki.
Kelahiran Chicken Liver Board dan Nama "Coffin Bread"
Pencipta "Coffin Bread" adalah Tuan Hsu Liu-yi, pendiri Chikan Restaurant (aslinya "Chikan Dim Sum Shop" atau "Old Chikan of the Bustling Market") 2. Beliau sejak sekitar 1935 sudah buka gerobak kue di Sakariba (Bustling Market), masa pendudukan Jepang pernah dikerahkan ke Nanyang jadi buruh militer, di mana belajar teknik memasak Jepang dan Barat 3. Pasca-pemulihan, Hsu Liu-yi kembali ke Tainan, memadukan teknik kuliner Barat dengan bahan lokal Taiwan, menciptakan "Chicken Liver Board" awal, dan sekaligus memperkenalkan "Lunch" (makan siap saji bergaya Barat), keduanya jadi representatif kuliner campuran pasca-perang.
Soal asal nama, versi paling populer konon pada akhir 1950-an (kira-kira 1959), ada profesor tim arkeologi Univ. Taiwan (ada juga bilang profesor Univ. Cheng Kung atau teman profesor Hsu) mampir mencicip, lihat roti tawar paska dibuka bentuknya mirip batu nisan hasil gali, lalu bercanda: "Chicken Liver Board ini, bentuknya kayak batu nisan yang kita gali!" 1 4. Tuan Hsu Liu-yi denger, rasa nama itu unik dan gampang diingat, jadi resmi ganti jadi "Coffin Bread", papan nama diganti, dan sejak itu laris manis 2.
📝 Catatan Kurator: Sebuah nama yang kelihatannya tidak beruntung, justru jadi populer berkat keunikannya, ini mungkin mencerminkan ketangguhan orang Taiwan yang saat hadapi tantangan hidup, selalu bisa ubah jadi humor dan kreativitas.
Dari Hati Ayam ke Seafood: Evolusi Isian dan Eksposur Internasional
Coffin Bread awal, isiannya utamanya hati ayam, ditambah sosis Cina, adonan krim, kacang polong, dan wortel, saat itu bahan langka jadi nutrisi super berharga 5. Awalnya buat tambah lapisan rasa, isian juga ditambah cumi-cumi. Tapi seiring waktu, biar cocok selera luas, isian berubah jadi versi modern umum: seafood dan ayam saus putih.
Rasa khas Taiwan ini juga tarik perhatian internasional, CNN pernah buat liputan khusus berjudul "Coffin Bread", bikin jadi ikon kuliner Tainan ternama dunia 6. Tapi seiring pariwisata, sebagian penggemar kuliner keluh isian modern cenderung encer, rasa lebih ringan, tidak kental padat seperti dulu, sebut itu tantangan "bentuk lebih besar dari jiwa".
Cara Makan Asli dan Tips DIY di Rumah
Cara makan asli Chikan Restaurant cukup ritual: pakai pisau garpu potong tutup roti tawar renyah, lalu siram saus putih kental di atas roti, makan bareng, biar garing luar dan licin dalam bikin kontras kuat di mulut 3. Saat ini satu porsi Coffin Bread kisaran NT$70.
Mau coba di rumah, siapin roti tawar tebal (disarankan roti susu), goreng di suhu minyak pas sampe keemasan. Versi simpel rumah bisa pakai oven atau teflon panggang roti biar minyak lebih sedikit; isian: mentega tumis bawang bombay wangi, masuk ayam, seafood, sayur, lalu tuang susu dan tepung maizena buat pengental encer. Musim dingin makan ini bikin nyaman, tapi ingat kalori tinggi, cocok cicip sebentar aja.
Warisan dan Kenangan Budaya: Rekomendasi Tempat
Chikan Restaurant sampai sekarang sudah generasi ketiga, tetep jaga reputasi "Paling Hebat di Bawah Langit" 2 7. Selain lokasi asal di Pasar Kanglo, Tainan masih punya beberapa toko lama wajib coba:
- Wangcheng Coffin Bread: Di Jalan Lama Anping, sedia versi mini, cocok buat wisatawan mau coba banyak kue.
- Pedagang Sekitar Benteng Chikan: Pilihan lebih murah dan lokal, jadi camilan harian banyak orang Tainan.
Kue ini sudah dari ciptaan satu toko, jadi kenangan kolektif budaya kuliner Tainan, mewakili semangat dan kreativitas orang Tainan soal makanan.
Referensi
- https://tcmb.culture.tw/zh-tw/detail?indexCode=Culture_Object&id=326048 — Arsip Memori Budaya Nasional. (Tanpa tanggal). Coffin Bread. Diambil dari↩
- https://www.agriharvest.tw/archives/93920/ — Media Pertanian. (8 Desember 2022). 【Makan Pasar】Chikan Restaurant——Penemu Coffin Bread, Kuliner Campuran Timur-Barat Hits 80 Tahun. Diambil dari↩
- https://www.ocac.gov.tw/OCAC/SubSites/Pages/Detail.aspx?site=fb1ffee6-07bd-491b-a73f-f07d372fcbfd&nodeid=1288&pid=82711652 — Komisi Urusan Orang Tionghoa Luar Negeri. (4 Januari 2026). Sekolah Bahasa Tionghoa Tianbo Kelas Musim Semi Buka, Bedah Nama "Coffin Bread" Bicarakan Sejarah Kuliner Taiwan. Diambil dari↩
- https://taiwan-rotary.org/article/detail.php?id=225 — Penerbit Rotary Taiwan. (Tanpa tanggal). Kisah Unik Kuliner, Kue Andalan Tainan: Coffin Bread. Diambil dari↩
- https://www.kindomliving.com.tw/?p=12754 — Jurnal Hati. (6 Desember 2021). 【Masak】Camilan Buatan Sendiri Coffin Bread Keemasan Renyah. Diambil dari↩
- https://www.laihao.com.tw/blog/posts/-know-more-about-tainan-coffin-bread — Laihao. (23 April 2026). Dari Kuliner Campuran Pasca-Perang Jadi Kue Khas Tainan, Isian Coffin Bread Simpan 80 Tahun Sejarah Kuliner Taiwan. Diambil dari↩
- https://www.youtube.com/watch?v=3HKK44t68GA — YouTube Taiwan 1001 Cerita. (27 Juli 2016). Coffin Bread Kuno Bikin Ketagihan, Toko 76 Tahun, Pulang Kampung Kenangan Jilid 178 Bagian 5【Taiwan 1001 Cerita】. Diambil dari↩