Perjalanan Taiwan menuju kesetaraan LGBTQ+: dari perjuangan hukum sejarah seperti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 748 dan legalisasi pernikahan sejenis, hingga tantangan terkini seperti hak adopsi bersama, hak reproduksi lintas negara, dan hak transgender. Menceritakan juga kisah cinta sehari-hari pasangan "WaiWai MengMeng" yang menginspirasi generasi pelangi baru.
Sejarah: Dari Perjuangan Sendirian ke Putusan Mahkamah Konstitusi
Perjuangan Taiwan untuk kesetaraan LGBTQ+ bukanlah peristiwa yang terjadi tiba-tiba, melainkan hasil akumulasi dari perjuangan individu dan peristiwa-peristiwa yang mendorong kemajuan hukum dan masyarakat. Qi Jiawei (祁家威), pelopor pergerakan pernikahan sejenis di Taiwan, mengajukan gugatan perdata pada tahun 1986, meminta pengakuan hukum atas pernikahan sejenis, dan menjadi pelopor pergerakan pernikahan sejenis di Taiwan 1 2.
Masuk abad ke-21, serangkaian peristiwa mempercepat perhatian masyarakat terhadap isu gender. Tahun 2000, siswa SMP Gaoshu di Kabupaten Pingtung, Ye Yongzhi (葉永鋕), karena sifatnya yang feminin, lama mengalami bullying di sekolah, dan akhirnya ditemukan tergeletak berdarah di toilet, meninggal dunia. Insiden ini menggemparkan masyarakat, mendorong Taiwan mengesahkan Undang-Undang Pendidikan Kesetaraan Gender pada 2004, yang menekankan keberagaman gender dan penghargaan terhadap perbedaan, meletakkan fondasi pendidikan gender di sekolah 3.
Tahun 2016, guru asal Prancis Pierre Bénézech (畢安生) meninggal dunia setelah jatuh dari gedung di Taiwan. Pasangannya, karena tidak memiliki status suami/istri hukum, tidak bisa mengurus urusan pasca-kematiannya, sekali lagi menyoroti kesulitan hukum pasangan sejenis, memicu diskusi luas masyarakat tentang hak pernikahan sejenis 4.
Energi sosial yang terakumulasi ini akhirnya berkumpul menjadi gelombang yang tidak terhindarkan. Pada 24 Mei 2017, Mahkamah Agung Hakim Konstitusi mengeluarkan Putusan Nomor 748 (釋字第748號解釋), menyatakan bahwa Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Minfa) yang tidak menjamin pernikahan sejenis bertentangan dengan Konstitusi, dan mewajibkan otoritas yang berwenang menyelesaikan revisi hukum atau pembuatan undang-undang terkait dalam dua tahun, jika tidak pasangan sejenis dapat menikah langsung berdasarkan Minfa 5 6. Putusan ini tidak hanya menjadi kemenangan besar bagi gerakan kesetaraan LGBTQ+ Taiwan, tetapi juga menegakkan teladan bagi negara-negara Asia lainnya.
📝 Catatan Kurator: Dari pengaduan sendirian Qi Jiawei hingga putusan Mahkamah Konstitusi, jalan kesetaraan LGBTQ+ Taiwan bukanlah hasil instan, melesat dalam semalam, melainkan terakumulasi dari perjuangan tak terhitung jumlah individu dan peristiwa, yang mendorong kemajuan masyarakat dan hukum.
Kondisi Saat Ini dan Tantangan: Perluasan dan Pendalaman Jalan Kesetaraan
Pada 17 Mei 2019, Dewan Perwakilan Rakyat (Legislative Yuan) menyetujui bacaan ketiga Undang-Undang Pelaksanaan Putusan Nomor 748 Mahkamah Agung (司法院釋字第748號解釋施行法), Taiwan resmi menjadi negara pertama di Asia yang legalisasi pernikahan sejenis. Undang-undang khusus ini menjamin hak pernikahan pasangan sejenis, termasuk pewarisan harta, keputusan medis, dll., memungkinkan pasangan sejenis yang saling mencintai untuk menikah secara legal 7.
Sejak diberlakukannya Undang-Undang Perkawinan Sejenis, jumlah pendaftaran pernikahan sejenis di Taiwan terus bertumbuh. Hingga akhir 2024, total 32.126 pasangan sejenis di seluruh negara telah menyelesaikan pendaftaran pernikahan, di antaranya sekitar 22.330 perempuan dan 9.796 laki-laki, menunjukkan proporsi pernikahan lesbian jauh lebih tinggi dari gay 8.
Dalam hal pernikahan sejenis lintas negara, pada 19 Januari 2023 Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan interpretasi perluasan, mengizinkan warga negara Indonesia (seharusnya: warga negara Taiwan) dengan pasangan sejenis asing menikah secara legal di Taiwan. Langkah ini secara signifikan memecahkan kesulitan sebagian pasangan lintas negara, pada 2024 pendaftaran warga negara dengan pasangan sejenis asing mencapai 504 orang, tumbuh sekitar tiga kali lipat dibanding 2022 8. Namun, karena prinsip hukum perdata internasional, jika hukum negara asing tidak mengakui pernikahan sejenis, tetap mungkin menyebabkan hambatan hukum pada kasus individu, bahkan mempengaruhi pembentukan hubungan orang tua-anak.
Hak adopsi bersama juga menjadi tujuan perjuangan komunitas LGBTQ+. Pada 16 Mei 2023, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui bacaan ketiga amandemen Undang-Undang Pelaksanaan 748, mengizinkan pasangan sejenis mengadopsi anak tanpa hubungan darah bersama, mengisi kekosongan sistemik hak keluarga LGBTQ+ 9. Namun, dalam hal adopsi lintas negara atau adopsi oleh orang tua tiri, tantangan praktis masih ada, misalnya melibatkan hukum asing yang tidak mengakui pernikahan sejenis menyebabkan pengadilan menolak kasus individu, serta ketidaksetaraan dalam pembentukan hubungan orang tua-anak, yang masih menunggu penyempurnaan hukum dan praktik lebih lanjut.
Undang-Undang Reproduksi Asistif (人工生殖法) merupakan kemajuan terbaru kesetaraan LGBTQ+ Taiwan. Meskipun dulu dianggap "pekerjaan belum selesai", pada Desember 2025 Kabinet (Administrative Yuan) telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Perubahan Undang-Undang Reproduksi Asistif, memperluas cakupan penerapan kepada perempuan sendirian berusia ≥18 tahun dan pasangan lesbian (menggunakan rahim dan sel telur sendiri), serta menambahkan "Mekanisme Surat Persetujuan Pasien" untuk menjamin hubungan orang tua-anak dan hak anak mengetahui asal usul biologis. Rancangan ini saat ini telah diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas, belum disetujui bacaan ketiga. Perlu dicatat, ibu surrogat (代理孕母) (utama melibatkan hak reproduksi keluarga gay) dipisahkan dan masih dalam tahap kajian undang-undang khusus 10 11. Persetujuan rancangan ini merupakan kemajuan penting kesetaraan, namun masih perlu menyelesaikan proses legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat, dan hak reproduksi keluarga gay masih menunggu perlindungan lebih lanjut.
📝 Catatan Kurator: Kemajuan hukum adalah hasil kristalisasi dialog sosial, namun setiap amandemen mungkin disertai tantangan baru. Setiap langkah Taiwan di jalan kesetaraan, adalah upaya mencari keadilan dan kesetaraan bagi kelompok yang lebih luas.
Cinta dan Kehidupan Sehari-hari: Generasi Pelangi WaiWai MengMeng
Di bawah dorongan hukum dan masyarakat, komunitas LGBTQ+ Taiwan juga menampilkan kehadirannya dengan cara yang lebih beragam. Beberapa tahun belakangan, pasangan LGBTQ+ bernama "WaiWai MengMeng (崴崴孟孟)" meledak-populer di media sosial. Mereka menarik sejumlah besar penggemar dengan kisah cinta tulus, kreasi musik, dan berbagi kehidupan. MengMeng lulus dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Taiwan, dan melanjutkan studi S2 di Jurusan Musik Universitas Fu Jen; WaiWai memiliki gelar Magister Ilmu Komputer dari Universitas Kota Taipei, dan berprestasi di bidang AI 12.
Daya tarik WaiWai MengMeng tidak hanya terletak pada latar belakang pendidikan tinggi mereka, tetapi lebih pada cara mereka memamerkan kemurnian dan keindahan cinta LGBTQ+ melalui interaksi sehari-hari. "Meme kue stroberi", "Teka-teki lidah WaiMeng", serta beberapa lagu asli seperti 〈WaiWai Baby〉、〈Hadiah 300 Hari WaiMeng〉, semuanya menjadi topik hangat di kalangan penggemar 13. Hingga 2026, WaiWai MengMeng terus aktif di dunia maya melalui rilis lagu baru dan kegiatan media sosial, dengan citra "Planet WaiMeng" sebagai contoh positif cinta LGBTQ+, terus mempromosikan resonansi dan pemahaman masyarakat. Kisah mereka membiarkan banyak orang melihat bahwa pasangan LGBTQ+ sama seperti pasangan heteroseksual, memiliki kehidupan sehari-hari yang biasa dan bahagia, lebih lanjut mempromosikan pemahaman dan resonansi masyarakat terhadap komunitas LGBTQ+. "Planet WaiMeng" yang mereka ciptakan melambangkan ruang penuh cinta dan inklusif, memungkinkan lebih banyak orang merasa hangat dan berharap.
📝 Catatan Kurator: Ketika hukum menjamin hak, cinta dan koneksi sehari-hari barulah benar-benar memasang pandangan massa. Kisah WaiWai MengMeng membuktikan bahwa bentuk cinta beragam, dan wajah kebahagiaan juga kaya secara sama.
Kesimpulan: Jalan Pelangi yang Terus Maju
Jalan pelangi Taiwan, adalah jalan penuh tantangan namun juga penuh harapan. Dari perjuangan sendirian awal, hingga penyempurnaan hukum bertahap, hingga penampakan kehidupan sehari-hari pasangan LGBTQ+ generasi baru, pemahaman dan penerimaan masyarakat Taiwan terhadap LGBTQ+ terus meningkat. Namun, langkah kesetaraan masih harus terus berlanjut, masa depan masih memiliki banyak poin yang perlu disempurnakan: termasuk legislasi penuh Undang-Undang Reproduksi Asistif, perlindungan lebih lanjut hak orang tua-anak lintas negara, kembalinya Undang-Undang Perkawinan Sejenis ke Kitab Undang-Undang Hukum Perdata untuk mengurangi segregasi, penguatan anti-diskriminasi di tempat kerja dan sekolah, serta perlindungan hak transgender dll. Meskipun Taiwan di wilayah Asia sudah menjadi pemimpin kesetaraan LGBTQ+, namun di bawah tekanan eksternal gelombang anti-keanekaragaman, kesetaraan, inklusi (DEI) global, Taiwan tetap harus menegakkan posisi, terus mendorong kemajuan masyarakat, untuk benar-benar mewujudkan masyarakat di mana semua orang yang saling mencintai bisa bebas, setara, dan bahagia.
Referensi
- Qi Jiawei — Wikipedia — Biografi dan catatan peristiwa penting pelopor pernikahan sejenis Taiwan Qi Jiawei.↩
- Pendorong pernikahan sejenis Taiwan Qi Jiawei: "Saya bukan ingin menikah sendiri" — BBC News Chinese (2017-05-25) — Rekaman wawancara Qi Jiawei saat putusan Mahkamah Konstitusi.↩
- 【Catatan Besar Kesetaraan Gender】Dari Peng Wanru, Ye Yongzhi hingga Legalisisasi Pernikahan Sejenis — The News Lens Critical Review Network (2020-04-20) — Peristiwa Ye Yongzhi dan konteks legislasi Undang-Undang Pendidikan Kesetaraan Gender.↩
- Bagaimana Kesetaraan Pernikahan Sejenis Taiwan Berjalan Sampai Di Sini — Wocao Philosophy (2017-05-25) — Penyortiran alur 30 tahun gerakan kesetaraan, termasuk latar belakang peristiwa Pierre Bénézech.↩
- Putusan Nomor 748 Mahkamah Agung — Pengadilan Konstitusi — Dokumen putusan resmi dan ringkasan kasus putusan konstitusi pernikahan sejenis.↩
- Kasus Putusan Konstitusi Pernikahan Sejenis Taiwan — Wikipedia — Ringkasan sejarah kasus putusan konstitusi dan legislasi pasca-putusan.↩
- Hujan Berhenti, Biarkan Orang yang Saling Mencintai Tidak Lagi Sendirian! Taiwan Memimpin Asia Mengakui Pernikahan LGBTQ+ — Tianxia Magazine (2019-05-17) — Liputan saat undang-undang khusus pernikahan sejenis pertama Asia disahkan.↩
- Pendaftaran Pernikahan Sejenis Taiwan Legal Hingga Akhir 2024: 32.126 Orang — Yahoo News (2026-01-10) — Statistik pendaftaran terbaru Kementerian Dalam Negeri, termasuk angka pernikahan sejenis lintas negara.↩
- Chen Rong / Setelah Pernikahan Sejenis, Siapa yang Bisa Menjadi Orang Tua? Hak Reproduksi LGBTQ+, Reproduksi Lintas Negara dan Praktik Membangun Keluarga — The Reporter (2025-10-26) — Analisis mendalam isu adopsi bersama dan hak orang tua-anak lintas negara.↩
- Persatuan Promosi Hak Keluarga LGBTQ+ Taiwan (@twlgbtfamily) — Facebook — Sumber referensi umum advokasi hak keluarga LGBTQ+.↩
- Laporan Paralel Dua Konvensi 2025 Aliansi Hak Pasangan Taiwan (2025-12-10) — Laporan observasi masyarakat sipil tentang reproduksi LGBTQ+, adopsi, dan kemajuan amandemen Undang-Undang Reproduksi Asistif.↩
- Siapa WaiWai MengMeng? Latar Belakang Tinggi, Lagu Tema 〈Hadiah 300 Hari WaiMeng〉⋯6 Hal Cepat Mengenal — JUKSY Street Star — Ringkasan informasi publik kedua orang WaiWai MengMeng.↩
- WaiWai MengMeng Wei & Meng — YouTube — Saluran resmi lagu asli dan video sehari-hari WaiWai MengMeng.↩