Hong Ni: Dari Perpustakaan Fangyuan ke Jalanan HahaTai, Tiga Nama Berbagi Satu Pena

Lahir di pesisir Changhua pada 1996 dan dibesarkan di Fangyuan, Hong Chieh-ni melakukan wawancara jalanan sebagai "Jie-ni" di HahaTai, dan menulis sebagai "Hong Ni" untuk mengatur kenangan keluarga, pengalaman merantau ke Taipei, magang roti, dan dewasa. Dari "Apakah Semangka Manis?" hingga "Orang Jual Semangka", di antara tiga nama tersembunyi metode seorang kreator menaruh pekerjaan publik dan tulisan pribadi di atas peta kehidupan yang sama.

Ringkasan 30 detik:
Hong Ni nama aslinya Hong Chieh-ni, lahir 1996 di pesisir Changhua, dibesarkan di Fangyuan. Ia naik ke jalan sebagai Jie-ni, mencari pengalaman lokal dari jawaban orang asing; ia kembali ke kertas sebagai Hong Ni, mengatur ibu, merantau ke Taipei, magang roti, dan emosi yang tak mau dibuka menjadi esai. Tegangan kernenya: semakin biasa mendengar orang lain bicara, semakin harus belajar mengucapkan hal tersulit. 1 2

1996 1 3 nama 3
Hong Chieh-ni lahir di pesisir Changhua Hong Chieh-ni, Jie-ni, Hong Ni, serta julukan masa kecil Hong Ma-ni
2 esai berpenghargaan 1 3 〈Apakah Semangka Manis?〉、〈Superman Roti〉

📝 Catatan Kurator
Yang paling layak dibaca dari Hong Ni bukan sekadar memiliki dua identitas sebagai pembawa acara dan penulis, melainkan ia membawa perhatian kedua pekerjaan saling mengisi: wawancara jalanan menuntut ia menunggu orang asing bicara lebih lanjut, esai menuntut ia mengakui dirinya juga punya hal yang tak mau diucapkan.

Tumpukan semangka utuh dan terbelah, daging merah dan kulit hijau tua membentuk kontras

Gambar 1|Semangka sebagai imaji konteks esai Hong Ni 〈Apakah Semangka Manis?〉. Fotografer: Steve Evans; Wikimedia Commons; CC BY 2.0. Gambar bukan foto Hong Ni sendiri maupun lokasi produksi Taiwan. 4

1996, Hong Chieh-ni lahir di pesisir Changhua. 2023, ia memperoleh Penghargaan Esai Pendek Penghargaan Sastra Lin Rong-san ke-19 dengan 〈Apakah Semangka Manis?〉; 2025, 〈Superman Roti〉 meraih Penghargaan Harapan Esai Penghargaan Sastra Lin Rong-san ke-21. 1 3 Orang yang sama, dalam dua tahun meninggalkan nama lewat dua esai, juga membuat pembaca mulai memperhatikan dua jalur yang awalnya tersebar di video dan tulisan.

Di HahaTai, ia dipanggil "Jie-ni", merencanakan acara, memimpin wawancara jalanan, bertanya ke orang asing. Di halaman buku, ia dipanggil "Hong Ni", dengan sebiji semangka, sebatang roti, dan sebuah rumah di pesisir, menulis hubungan keluarga dan dewasa. Penerbit Yuanliu memperkenalkan Orang Jual Semangka menyebut ia pembawa acara HahaTai Jie-ni, sekaligus pemenang Penghargaan Sastra Lin Rong-san Hong Ni. 2 Ini bukan sekadar riwayat hidup ganda, melainkan metode seorang kreator membagi dirinya antara pekerjaan publik dan penulisan pribadi.

Sebuah Kesalahan Tulis, Tumbuh Jadi Tiga Nama

Nama asli Hong Ni adalah Hong Chieh-ni, lulusan Departemen Radio TV Universitas Shih Hsin. Perkenalan pemenang Penghargaan Sastra Lin Rong-san menyebut ia pernah menyutradarai acara TV beberapa tahun, kemudian beralih ke pekerjaan video jaringan, karya juga terbit di halaman Buntut United Daily News. 1 Pengalamannya tak berjalan lurus along "pekerja video beralih jadi penulis"; syut, bawa acara, perencanaan, dan menulis selalu tumpang tindih, hanya nama yang dipakai ke luar berbeda.

Laporan penghargaan 2025 menambahkan asal julukan "Hong Ma-ni". SD, ia menuliskan "Chieh" (婕) jadi "Ma" (媽), guru membaca kesalahan itu jadi "Hong Ma-ni", kesalahan tulis itu sejak itu jadi panggilan masa kecil. 3 Sebuah kesalahan strokes, tak sengaja meninggalkan tautan pertama antara nama dan keluarga, juga membuat "Hong Ma-ni" bukan sekadar bicara lucu, tapi bukti kehidupan ia pernah dipanggil, pernah diingat.

Ia bilang di wawancara: "Sekarang aku biarkan dua peran ini alami bersama, karena itu semua bagian dariku." 5 "Peran" yang dibicarakan di sini merujuk sikap yang dibutuhkan pekerjaan dan menulis masing-masing, bukan memotong orang jadi dua bagian asli-palsu. Jie-ni harus menghadap orang asing, Hong Ni harus menghadap kenangan; satu nama melempar pertanyaan keluar, nama lain menahan pertanyaan di diri sendiri.

Podcast Gadis Melanggar Aturan lalaLand edisi Februari 2025 juga menata Hong Chieh-ni, Jie-ni, dan Hong Ni berdampingan sebagai identitas berbeda tamu yang sama, membicarakan pekerjaan wawancara jalanan, pengalaman penghargaan sastra, dan menulis. 6 Nada halaman acara ringan, tapi mengungkap realitas penting: ia bukan dulu pilih satu citra sukses, lalu tambahi riwayat sastra; tiga nama adalah catatan pekerjaan periode berbeda, akhirnya bertemu di dalam buku.

Perpustakaan Fangyuan: Rasa Lokal Dimulai dari Satu Buku

Hong Ni besar di Fangyuan pesisir Changhua. Ia ingat: "Karena rumah dekat perpustakaan, kita ber lima bersaudara punya kebiasaan baca buku." 5 Kalimat ini lebih konkret dari "suka sastra sejak kecil": satu perpustakaan, satu keluarga lima anak, dan satu tempat baca yang bisa dijangkau kaki, membentuk lanskap awal nulisnya nanti.

Titik awal ini juga mengubah wujud "lokal" di karyanya. Fangyuan bukan cuma tempat lahir di bio penulis, tapi hadir bersamaan dengan keluarga, makanan, membaca, dan pengalaman pulang kampung. Ia bilang di wawancara, suka kenal kota lewat makanan dan tulisan lokal, bawa buku saat bepergian; pernah demi kulit ayam bakar Fukuoka atau sayur asin Dapi Yunlin, jadikan satu rasa alasan berangkat. 5

📝 Catatan Kurator
Rasa lokal Hong Ni bukan daftar tempat wisata, tapi "siapa di sini makan apa, siapa simpan apa di kulkas, siapa besar dekat perpustakaan" hubungan kehidupan itu. Ia nulis Changhua, nulis bagaimana lokal masuk ke tubuh dan kenangan seseorang.

Saluran YouTube resmi HahaTai memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris sebagai tim video dari Taiwan, isi termasuk wawancara jalanan, acara original, serta dialog soal kehidupan sehari-hari, hubungan, identitas, budaya lokal, dan orang Taiwan. 7 Penentuan resmi ini jadi latar memahami kerja Jie-ni: jalanan bukan sekadar lokasi syuting, narasumber bukan bahan menunggu dipotong jadi lawakan, tapi pembicara pengalaman lokal.

Jie-ni: Siapkan Jawaban Dulu, Biarkan Lapangan Membantah

Hong Ni bilang di United Literature soal wawancara jalanan lokal, tim dulu kuasai stereotip luar terhadap suatu tempat, baru ke lapangan cek apakah stereotip itu benar. 5 Ini metode wawancara bawa keraguan diri: dulu buat PR, tapi jangan jadikan PR itu kesimpulan; dulu tahu orang lain pikir gimana, baru lempar pertanyaan ke orang yang tinggal di sana.

Sulit wawancara jalanan, sering bukan di pertanyaan pertama, tapi setelah jawaban pertama masih bisa lanjut dengar nggak. Podcast merangkum kerja Hong Ni jadi "wawancara jalanan mencatat era", daftar segmen ia bicara 〈Wawancara Menyentuh Hati〉, perjalanan hati wawancara jalanan, dan tekanan kerja. 6 Di data acara terbuka ini, wawancara jalanan sekaligus produksi konten, juga pekerjaan mendekati orang berkelanjutan: pembawa acara bikin narasumber santai, juga di antara batas waktu dan tuntutan produksi cari jawaban yang benar-benar bermakna.

Latihan kerja ini, bikin esainya tidak cuma jago deskripsi emosi, juga jago nempelkan emosi ke benda dan gerak. Wawancara jalanan, ia nunggu orang asing bicara habis; nulis, ia nunggu sebiji buah, sebatang roti, atau segmen dialog keluarga nampak lapisan arti lain. Dua kerja itu sama-sama nggak percaya jawaban pertama sudah cukup.

〈Apakah Semangka Manis?〉: Batas Simpan Buah, Juga Batas Simpan Hubungan

〈Apakah Semangka Manis?〉 mulai dari kesukaan Hong Ni pada semangka. Ia nulis masa kuliah pernah makan semangka tiga kali sehari, sampe diare; pulang kampung, ibu beli semangka dulu masukin kulkas, nunggu anak pulang makan bareng. 8 Detail kehidupan ini tak diburu dinaikkan jadi doktrin besar, tapi bikin "niat ibu" jadi aksi terlihat: beli pulang, masukin kulkas, nunggu ada yang pulang.

Karya lalu nampakin sisi lain semangka. Dia berat, cocok dibagi, tapi tak tahan lama; kalau orang sendiri di Taipei, tidak ada yang bagi makan, daging tak habis jadi asam, cuma bisa dibuang. 8 Hong Ni taruh kasih sayang orang tua, cinta, dan hidup sendirian dalam batas simpan yang sama, biarkan perubahan hubungan bukan lewat penjelasan, tapi lewat bau asam saat buka kulkas dirasakan pembaca.

"Cuma makan buah, siapa pun jangan bikin susah siapa." ——Hong Ni 〈Apakah Semangka Manis?〉 8

Kalimat ini kelihatannya soal buah, sebenarnya juga soal memaksa dalam hubungan. Saat ia bandingkan diri dengan semangka dibelah, tulisan dari "suka nggak suka" jalan ke "mau nggak mau dipaksa tinggal". Halaman bebas Liberty Times muat pendapat juri: karya dari bagi-makan semangka nulis untung-rugi kasih sayang orang tua dan cinta, teks punya kekuatan lugas tapi berkesan. 8

〈Superman Roti〉: Beberapa Bulan Magang, Tujuh Tahun Sunting

Paling lain Hong Ni, adalah pengalaman magang roti cuma beberapa bulan. Liberty Arts lapor, ia dari kehidupan magang simpan draf, lewat tujuh tahun pematangan dan sunting ulang, baru selesai 〈Superman Roti〉; di pekerjaan ulang bikin roti, ia mulai mikir roti dan cinta, kehidupan material, serta hubungan mengorbankan diri buat mengenyangkan orang lain. 3

Ia bilang: "Roti sebenarnya bukan cuma roti." 3 Kalimat ini bukan memaksakan makanan jadi simbol, tapi menggambar cara menulis muncul: tangan kerja standar, otak dari pengulangan tumbuh cabang. Bahan catatan kerja asal, karena ditinjau berulang, perlahan nemu arah terhubung kasih sayang ibu-anak.

〈Superman Roti〉 akhirnya berpusat hubungan keluarga dan kasih sayang ibu-anak, dapat Penghargaan Harapan Esai Penghargaan Sastra Lin Rong-san ke-21. 3 Ia membuat lengkungan nulis Hong Ni lebih jelas: kenangan hidup lokal dan berat pengalaman kerja, di pena ia hadir bersamaan; ia di benda sehari-hari menanyakan bagaimana seseorang memberi, bagaimana habis, dan bagaimana memahami kembali orang yang ngasih sayang pada dia.

Orang Jual Semangka: Tak Nulis Akan Lupa, Nulis Akan Terlihat

Orang Jual Semangka adalah kumpulan esai pertama Hong Ni. Data penerbit Yuanliu tunjuk, buku mengumpulkan tulisan sejak 2016 hampir sepuluh tahun, bab meliputi kenangan keluarga pesisir Changhua, hidup merantau di Taipei, pengalaman kerja, dan pertumbuhan pribadi, juga muat 〈Superman Roti〉、〈Apakah Semangka Manis?〉、〈Wawancara Menyentuh Hati〉, dan 〈Kesulitan Pemuda Menghidupi Hidup〉. 2

Catatan penulis di halaman penerbit sebut buku ini "catatan kenangan tiga puluh tahun", dan nulis: "Ini catatan kenangan tiga puluh tahunku, beberapa hal tak nulis akan lupa, lagi tak bisa diucapkan." 2 Kalimat ini mengungkap berat judul sebenarnya. "Semangka" di buku bukan kehidupan yang sudah rapi, tapi bahan kehidupan yang mesti diurus sebelum masak, disimpan sebelum busuk.

Menulis serahkan pengalaman pribadi ke pembaca, juga dorong penulis balik ke tempat kenangan. Hong Ni di pidato terima penghargaan bilang: "Saat ini teks terbaik yang bisa kutulis, justru paling tak mau dilihat orang." 1 Kalimat ini dengan catatan penulis Orang Jual Semangka saling menjawab: tak nulis, hal-hal tertentu hilang; ditulis, hal-hal tertentu lagi terekspos dengan cara lain.

📝 Catatan Kurator
Esai Hong Ni bawa pengalaman kerja "pembawa acara HahaTai" pulang ke keluarga dan kenangan, bikin pembaca lihat bagaimana seseorang balik pakai rasa ingin tahu ke luar buat memeriksa diri. Yang dibuka bukan daftar privasi, tapi ragu saat mengatur privasi.

Di Antara Lensa dan Kertas, Simpan Rasa Ingin Tahu yang Sama

Hong Ni bisa diletakkan di esai Taiwan kontemporer gaya tulisan kehidupan dibaca, juga bisa dimasukkan konteks kontemporer sejarah sastra Taiwan dipahami. Karyanya tak andal topik besar bangun bobot, tapi biarkan semangka, roti, kulkas, perpustakaan, dan cara bicara keluarga, satu-satu menanggung emosi. Benda-benda ini kecil, tapi bisa bawa skala hidup satu generasi masuk artikel.

Hubungannya dengan Changhua juga bukan kenangan kampung halaman baru teringat pasca merantau. Perpustakaan Fangyuan, keluarga pesisir, dan makanan pulang kampung sudah lama jadi cara ia melihat dunia. Saat ia wawancara orang asing di jalanan Taipei, yang dibawa keluar bukan formulir wawancara kosong, tapi perhatian yang dibesarkan dari kehidupan lokal.

Ini bikin Jie-ni dan Hong Ni dua nama membentuk bolak-balik menarik. Jie-ni di ranah publik serahkan topik ke orang lain, Hong Ni di kertas tarik topik balik ke diri sendiri. Yang pertama butuh hadapi jawaban mendadak, yang kedua butuh derita diam bertahun-tahun. Kerja video butuh reaksi saat itu, esai butuh pengakuan kemudian, tapi keduanya mulai dari gerak sama: jangan terlalu cepat kasih kesimpulan buat orang lain atau diri sendiri.

Tiga nama Hong Ni akhirnya tak saling membatalkan. Hong Chieh-ni nama asli, Jie-ni identitas kerja masuk keramaian, Hong Ni penulis belah semangka, ulen ulang roti. Hong Ma-ni ninggalin salah tulis SD di antara ketiganya. Saat ia nulis "teks paling tak mau dilihat", bukan mengubah diri jadi orang transparan, tapi memperlihatkan ke pembaca: seseorang bisa simpan takut, juga bisa setelah takut, tetap serahkan halaman itu.

Sumber Gambar

Artikel ini pakai 1 gambar lisensi CC, sudah di-cache di public/article-images/people/ hindari hotlink server asal. Gambar karya Steve Evans 〈Watermelons.jpg〉, lisensi Creative Commons Attribution 2.0 Generic (CC BY 2.0); pakai wajib cantumkan kredit pembuat, halaman file asli dan ketentuan lisensi. Gambar cuma sebagai gambar konteks 〈Apakah Semangka Manis?〉, tidak mewakili Hong Ni sendiri, Fangyuan, atau lokasi produksi semangka Taiwan.

Bacaan Lanjutan

Referensi

  1. Liberty Arts: Pemenang Penghargaan Esai Pendek Penghargaan Sastra Lin Rong-san ke-19 — Perkenalan pemenang di zona khusus penghargaan sastra, catat latar lahir Hong Ni, pendidikan, pekerjaan video, riwayat sastra, dan pidato terima penghargaan.23456
  2. Yuanliu Publishing: Orang Jual Semangka — Halaman buku resmi penerbit, sedia bio penulis, daftar isi, penentuan karya, catatan penulis, spec penerbitan, dll sumber primer.234
  3. Liberty Arts: Pemenang Penghargaan Harapan Esai Penghargaan Sastra Lin Rong-san ke-21 Hong Ni AKA Hong Ma-ni — Liputan figur 2025, muat Hong Ni bicara pengalaman magang roti, riwayat sunting karya tujuh tahun, tema ibu-anak, dan asal julukan.234567
  4. Wikimedia Commons: Watermelons.jpg — Karya Steve Evans, CC BY 2.0; URL file asli dan info lisensi.
  5. United Literature: Jie-ni/Hong Ni: Nama Berbeda, Sama-sama Bagian Diriku — Wawancara figur media sastra, muat Hong Ni bicara pengalaman baca Fangyuan, makanan dan lokal, kerja wawancara jalanan, dan pembicaraan soal keberadaan identitas ganda.234
  6. Apple Podcasts: EP221 Menulis Curhat, Wawancara Jalanan Mencatat Era ft. Hong Ni/Jie-ni — Halaman acara wawancara 2025, daftar topik Hong Ni/Jie-ni, perjalanan hati wawancara jalanan, segmen diskusi menulis, buat pembaca dengar wawancara asli.2
  7. Saluran YouTube resmi HahaTai — Perkenalan saluran resmi bahasa Inggris HahaTai, jelasin tim pakai wawancara jalanan, acara original, serta kehidupan sehari-hari, budaya lokal, dan figur Taiwan sebagai isi utama.
  8. Halaman Bebas Liberty Times: Hong Ni 〈Apakah Semangka Manis?〉 — Teks penuh karya pemenang Penghargaan Sastra Lin Rong-san ke-19 dan pendapat juri, bisa cek langsung imaji semangka, kutipan karya, dan analisis juri soal penulisan kasih sayang orang tua dan cinta.234
Tentang artikel ini Artikel ini disusun secara kolaboratif oleh komunitas serta ditulis dan ditinjau dengan bantuan AI.
Kata kunci
Hong Ni Hong Chieh-ni Jie-ni Hong Ma-ni HahaTai esai pesisir Changhua Penghargaan Sastra Lin Rong-san penerbitan dan media
Bagikan

Bacaan lanjutan

Anda mungkin juga ingin membaca

Tokoh Artikel resmi

San Mao: Orang yang Menulis Pelarian sebagai Kebebasan

Nama asli Chen Ping, lahir tahun 1943 di Chongqing, dan pindah ke Taiwan bersama keluarganya pada tahun 1948. Ia putus sekolah di tingkat menengah karena dipermalukan oleh gurunya di depan umum, lalu mengurung diri selama tujuh tahun sebelum mulai menulis kembali. Pada tahun 1973, ia menikah dengan José di Sahara Barat; prosa-prosanya menjadi sangat populer dan menjadi jendela bagi orang Taiwan untuk membayangkan tempat yang jauh di era darurat. José meninggal dunia dalam kecelakaan menyelam pada tahun 1979. Pada tahun 1990, naskah film 'Rolling Red Dust' memenangkan delapan penghargaan Golden Horse. Ia meninggal dunia karena bunuh diri di Rumah Sakit Umum Veteran Taipei pada 4 Januari 1991, pada usia empat puluh tujuh tahun.

閱讀全文
Tokoh Artikel resmi

Huang Chunming: Luodong 1935, Penulis Tokoh Kecil dari "Hari-hari Melihat Laut" ke "Boneka Besar Anak Laki-laki"

Lahir pada 13 Februari 1935 di Luodong, Yilan. "Hari-hari Melihat Laut" (1967) dan "Boneka Besar Anak Laki-laki" (1969) mewakili perhatian inti sastra nativis Taiwan terhadap tokoh-tokoh kecil. Debat sastra nativis 1977. Memperoleh Penghargaan Sastra Wu San-lian dan Penghargaan Sastra Nasional. Putra kedua Huang Guojun (penulis) bunuh diri pada 20 Juni 2003. Hou Hsiao-hsien mengadaptasikan karyanya ke layar perak pada 1983. Masih hidup hingga 2026.

閱讀全文
Seni Artikel resmi

Catatan Perjalanan Taiwan: Sebuah "Buku yang Diterjemahkan oleh Adik Perempuan", dari Chun-shan Menuju Panggung Penghargaan di London

Pada 19 Juni 2015, hari adik perempuannya Yang Jo-hui meninggal, Yang Jo-ci membuka buku catatan yang ditinggalkannya dan mulai mencatat, memakan tiga hari untuk memahami kode tanda centang dan lingkaran. Lima tahun kemudian, buku *Catatan Perjalanan Taiwan* diterbitkan oleh Chun-shan Publishing dengan kredit "Qingshan Chizuko penulis, Yang Shuang-zi penerjemah" — kolom penerjemah diisi nama adik yang sudah tiada. Pada 2024 di NBA New York dan 2026 di London Booker Prize, ia menerjemahkan sebuah buku yang tidak pernah ada dengan nama adiknya.

閱讀全文
Tokoh Artikel resmi

Pai Hsien-yung: "Taipei People" 1971, ke Tur 20 Tahun "The Peony Pavilion" Edisi Muda

Lahir 1937 di Guilin, Guangxi, putra Pai Chung-hsi. 1956 masuk Jurusan Sastra Inggris Universitas Taiwan, mendirikan majalah "Modern Literature" bersama Wang Wen-hsing dkk. 1971 "Taipei People" 14 cerpen. 1983 "Crystal Boys". 2003 memulai perencanaan "The Peony Pavilion" Edisi Muda, perdana April 2004, 2024 menyambut 20 tahun. 2003 menerima Penghargaan Seni Nasional.

閱讀全文