Taiwan dan Korea Utara: Dari Negara Ekspor Keempat Menjadi Benturan Abu-abu Armada Bayangan

Taiwan pernah menjadi negara tujuan ekspor keempat terbesar Korea Utara, dengan komputer Acer dan peralatan sanitasi Hwa Cheng yang terlihat di mana-mana di kantor Pyongyang. Sejarah yang berbalik dari perdagangan yang hangat menuju embargo total ini, terjalin dengan bantuan pertanian rahasia, penyelundupan laut, dan pertarungan mendalam intelijen keamanan nasional.

Ringkasan 30 Detik: Hubungan antara Taiwan dan Korea Utara jauh lebih kompleks daripada yang terlihat. Sebelum embargo total pada tahun 2017, Taiwan adalah tujuan ekspor keempat terbesar Korea Utara di dunia, dengan hubungan perdagangan sipil yang sangat hangat antara kedua belah pihak. Korea Utara sangat bergantung pada produk Taiwan, mulai dari komputer Acer dan ASUS di kantor pemerintah hingga kopi Braun dan puff Yih Mei yang disukai para pejabat tinggi. Merek-merek MIT pernah menembus Pyongyang secara mendalam. Meskipun hubungan resmi saat ini membeku, penyelundupan laut, penetrasi teknologi tinggi, pencucian uang keuangan bawah tanah, dan peristiwa kabel bawah laut menunjukkan bahwa hubungan ini telah masuk ke wilayah abu-abu, terus menyentuh saraf geopolitik Asia Timur. Selain itu, pejabat Partai Buruh Korea Utara pernah secara rahasia melakukan studi banding ke Taiwan di Kawasan Ekspor Olahan, dan kapal nelayan Taiwan juga pernah banyak mempekerjakan nelayan Korea Utara. Koneksi mendalam yang tidak diketahui ini mengungkap jaringan interaksi yang lebih kompleks antara kedua wilayah.

Hubungan Resmi dan Perdagangan: Dari Negara Ekspor Keempat Menuju Sanctions Total

Meskipun Taiwan dan Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) belum pernah membangun hubungan diplomatik resmi hingga saat ini, dengan urusan luar negeri yang dikelola oleh Perwakilan Taipei di Singapura, sebelum sanksi internasional mengencang secara total pada tahun 2017, hubungan perdagangan sipil antara kedua negara pernah mencapai tingkat kehangatan yang menakjubkan1.

Berdasarkan data perdagangan internasional, pada tahun 2016 Taiwan menduduki posisi sebagai tujuan ekspor keempat terbesar Korea Utara di dunia, hanya kalah dari Tiongkok, India, dan Filipina2. Struktur perdagangan saat itu menunjukkan komplementaritas yang tinggi: sektor swasta Taiwan banyak mengimpor batubara tanpa asap, mineral, dan ginseng berkualitas tinggi dengan volume tahunan mencapai 5 ton dari Korea Utara; di sisi lain, Taiwan mengekspor bahan kimia, mesin presisi, tekstil, dan teknologi perikanan ke Korea Utara2. Namun, seiring dengan rencana nuklir Korea Utara yang memicu kemarahan internasional, Taiwan mulai mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB sejak tahun 2017, melarang total perdagangan ekspor-impor dengan Korea Utara, dan nilai produksi resmi menjadi nol1.

Item Perdagangan Konten Utama Catatan
Ekspor Korea Utara ke Taiwan Batubara tanpa asap, bijih besi, ginseng, produk perikanan Volume impor ginseng tahunan pernah mencapai 5 ton
Ekspor Taiwan ke Korea Utara Bahan kimia, mesin alat, tekstil, komponen elektronik Termasuk komputer Acer/Asus
Ekspor Teknologi Pertanian, budidaya lobster, perbaikan mesin presisi Termasuk program bantuan pertanian rahasia

Dalam hal pariwisata, sebelumnya warga Taiwan yang pergi ke Korea Utara biasanya harus transit melalui Tiongkok dan memasuki negara tersebut dengan mode "kelompok masuk, kelompok keluar" (tour group). Namun, dalam beberapa tahun terakhir, karena meningkatnya sanksi internasional, kebijakan isolasi yang diterapkan Korea Utara akibat pandemi, serta pertimbangan tinggi terhadap keamanan warga negaranya, Kementerian Luar Negeri Taiwan telah menetapkan Korea Utara sebagai area peringatan pariwisata "merah" yang tidak disarankan untuk dikunjungi.

Kerjasama Rahasia dan Bantuan Teknologi: Jejak Taiwan di Peternakan Pyongyang dan Studi Banding

Meskipun hubungan resmi dingin, Taiwan dan Korea Utara pernah memiliki beberapa kali kerjasama teknologi dan keuangan rahasia pada tahun 1990-an. Setelah Taiwan memutuskan hubungan diplomatik dengan Korea Selatan pada tahun 1992, Korea Utara secara aktif mencari hubungan dengan Taiwan, bahkan mengusulkan pengiriman pekerja untuk membantu konstruksi publik di Taiwan. mantan Sekretaris Jenderal Partai Kuomintang, Liu Tai-ying, pernah mengungkapkan bahwa Korea Utara pernah meminjam 200 juta dolar AS untuk menyelesaikan "Hotel Ryugyong", dan berjanji untuk mendirikan Kawasan Perdagangan Khusus Taiwan, namun dibatalkan karena tekanan dari Amerika Serikat3.

Selama masa "Penderitaan Marching" (1996–1997) saat kelaparan di Korea Utara paling parah, pemerintah Taiwan secara rahasia mengirim ahli pertanian dan peternakan untuk memberikan bimbingan teknis di "Peternakan Sunan Pyongyang", serta membantu pembiayaan mesin pertanian dan bibit ternak senilai 1 juta dolar AS3. Pertukaran sipil juga tidak kalah meriah; Chen Chia-fu, seorang pengusaha lobster air tawar Australia dari Pingtung, diundang ke Pyongyang untuk secara langsung membimbing teknologi kontrol suhu di "Kawasan Budidaya Perikanan Daedonggang", bahkan mendapatkan persetujuan dan sambutan dari Kim Jong-un sendiri.

Perlu dicatat, pada tahun 1990-an, pejabat Partai Buruh Korea Utara pernah membentuk kelompok untuk secara rahasia melakukan studi banding ke Taiwan, dengan fokus pada pengalaman "Kawasan Ekspor Olahan" Taiwan, seperti Kawasan Ekspor Olahan Kaohsiung dan Nanzhi. Mereka mencoba mempelajari bagaimana Taiwan memanfaatkan modal asing dan tenaga kerja murah untuk mendorong kebangkitan ekonomi, yang juga memberikan referensi untuk perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus Rason dan Kawasan Industri Kaesong di Korea Utara kemudian hari4.

📝 Catatan Kurator: Interaksi non-resmi yang tampaknya acak ini sebenarnya mencerminkan fleksibilitas dan pragmatisme kedua belah pihak dalam mencari terobosan demi kepentingan masing-masing di bawah lingkungan internasional yang ketat. Sejarah tidak pernah hitam putih; wilayah abu-abu sering kali menyimpan cerita yang paling nyata.

Ketergantungan Barang Kebutuhan Hidup: Merek MIT di Kantor Pyongyang dan Barter Sipil

Tingkat kecintaan masyarakat Korea Utara terhadap produk Taiwan melampaui imajinasi. Sebelum embargo total, merek-merek Taiwan hampir menjadi sinonim dari "kualitas tinggi" di Korea Utara. Di kantor dan perpustakaan pemerintah Korea Utara, sering terlihat peralatan komputer Acer dan ASUS; di ruang kehidupan sipil, produk sanitasi Hwa Cheng (HCG) dan air minum dari Taiwan juga sangat digemari oleh penduduk setempat5.

Dalam budaya camilan, kopi Braun dari King Car, puff Yih Mei, dan wafer Want Want dianggap sebagai "Tiga Kekayaan Baru" untuk hadiah dan teh sore para pejabat tinggi Korea Utara, menjadi simbol status di toko-toko milik negara seperti Department Store Daesong di Pyongyang6. Pejabat tinggi Korea Utara bahkan pernah ingin menukar ginseng "Kaesong" yang mahal dengan teknologi penanaman sayuran dataran tinggi Lishan dari pengusaha Taiwan, menunjukkan daya tarik kuat teknologi sipil dan pertanian presisi Taiwan terhadap Korea Utara.

Selain perdagangan resmi, sektor swasta Taiwan dan Korea Utara juga memiliki pertukaran barang yang lebih longgar sebelum sanksi. Laporan publik dan kenangan lisan menyebutkan bahwa pasar Korea Utara memiliki preferensi terhadap monosodium glutamat (MSG) Taiwan dan barang konsumsi sipil lainnya, dan merek elektronik serta sipil MIT juga masuk ke sana melalui wilayah ketiga; fragmen-fragmen ini, ketika digabungkan, lebih mirip "peredaran sipil abu-abu di bawah hambatan resmi", daripada sistem perdagangan bilateral normal antara dua negara65.

📝 Catatan Kurator: "Penetrasi merek" ini membuktikan bahwa kekuatan komersial sering dapat menembus tirani besi politik yang paling ketat. Ketika pejabat Korea Utara menggunakan komputer Asus dan meminum kopi Braun, batas antara Taiwan dan Tiongkok, serta antara Korea Utara dan Korea Selatan, menjadi kabur pada saat itu.

Penyelundupan Abu-abu, Putusan Hukum dan Penetrasi Teknologi Tinggi: Pertarungan di Tepi Hukum dan Keuangan Bawah Tanah

Seiring dengan mengencangnya sanksi internasional terhadap Korea Utara, interaksi antara Taiwan dan Korea Utara lebih banyak beralih ke wilayah abu-abu yang tersembunyi, di mana penyelundupan laut, kasus hukum, penetrasi teknologi tinggi, dan keuangan bawah tanah paling menonjol. Kegiatan ini tidak hanya menantang hukum internasional, tetapi juga构成 ancaman potensial terhadap keamanan nasional Taiwan.

Lautan terbuka di sekitar Taiwan telah menjadi titik panas pasar gelap untuk penyelundupan oli olahan dan batubara oleh "armada bayangan" Korea Utara7. Kapal-kapal ini menghindari pengawasan internasional melalui metode transfer kapal-ke-kapal (STS), menyediakan bahan yang dibutuhkan Korea Utara. Pengadilan Taiwan juga telah menangani beberapa kasus penyelundupan yang melibatkan Korea Utara, termasuk putusan yang menarik perhatian:

  • Kasus Kapal Shangyuanbao: Pengusaha Taiwan Huang Wang-gen menyelundupkan 3.000 ton minyak ke Korea Utara di laut terbuka, yang difoto oleh satelit militer AS, dan pada tahun 2023 dijatuhi hukuman 1 tahun yang telah berkekuatan hukum tetap8.

  • Anak Anggota Legislatif Terlibat Kasus: Huang Chong-wei, anak mantan anggota legislatif, diduga mengekspor ribuan ton bahan bakar diesel dan bensin ke Korea Utara secara ilegal, dan dijatuhi hukuman berat 2 tahun 4 bulan9.

  • Rantai Penyelundupan yang Dilindungi Perusahaan Cangkang: Dalam kasus hukum Taiwan, sering muncul putusan yang menggunakan perusahaan cangkang dan dokumen asal palsu untuk melindungi penyelundupan oli atau barang terkendali ke Korea Utara; kasus-kasus ini menunjukkan bahwa sanksi bukan hanya laporan diplomatik, tetapi akan turun hingga ke bank, pelayaran, dan rantai perantara89.

  • Kasus Penyelundupan Gula Putih Matsu: Pada tahun 2018, jaksa menemukan bahwa "Chengyang International" di Matsu menggunakan kapal berbendera Mongolia untuk menyelundupkan gula putih ke Korea Utara, yang digunakan untuk distilasi alkohol industri atau pasokan sipil10.

Dalam hal keuangan bawah tanah, Korea Utara sering mencuci uang melalui perusahaan cangkang di Tiongkok dan Asia Tenggara; dana ini kadang-kadang dialihkan melalui bank-bank Taiwan ke Amerika Serikat atau wilayah lain, menyebabkan industri perbankan Taiwan menghadapi risiko tinggi pencegahan pencucian uang. Otoritas Pengawasan Keuangan dan Pasar (FSC) Taiwan telah berulang kali menegaskan pemeriksaan ketat dan pemantauan terhadap transaksi keuangan yang melibatkan Korea Utara, meminta bank untuk mencantumkan transaksi mencurigakan sebagai pencucian uang yang dicurigai11.

Dalam bidang teknologi tinggi, Korea Utara juga terus menembus melalui saluran abu-abu. Investigasi Korea Selatan menunjukkan bahwa Korea Utara masih menyelundupkan chip semikonduktor dari Taiwan dan Korea Selatan melalui jalur ilegal untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI)-nya12. Selain itu, Departemen Kehakiman AS pada tahun 2025 telah menuntut tersangka lintas negara yang termasuk 2 warga Taiwan, menuduh mereka membantu personel IT Korea Utara mencuri identitas AS, bekerja secara rahasia dari jarak jauh di seluruh AS, dan dengan demikian memperoleh devisa yang dibutuhkan untuk pengembangan senjata Korea Utara13. Personel IT Korea Utara ini sering menggunakan "peternakan laptop" (Laptop Farms) di Taiwan, AS, dan wilayah lain sebagai stasiun perantara, melakukan penetrasi jarak jauh dan transfer dana.

Intelijen Militer dan Ancaman Keamanan Nasional Baru: Peran Taiwan di Bawah Geopolitik dan Tenaga Kerja Perikanan

Pada masa Perang Dingin, Taiwan曾是 Amerika Serikat dan Korea Selatan yang penting dalam memantau intelijen Korea Utara. Stasiun penyadapan di Gunung Yangming, Taipei, secara panjang membantu sekutu mengkodekan komunikasi radio Korea Utara, memainkan peran kunci dalam jaringan intelijen regional3.

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan perubahan situasi geopolitik, isu intelijen militer dan keamanan nasional antara Taiwan dan Korea Utara juga muncul dalam bentuk baru. Pada awal program pembangunan kapal selam nasional (IDS) Taiwan, media asing melaporkan bahwa Korea Utara mencoba menjual teknologi kapal selam mini "Salmon-class" dan torpedo secara bawah tanah kepada Taiwan, namun berita ini ditolak tegas oleh Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan14.

Yang paling menarik perhatian adalah investigasi maritim internasional pada Juli 2026. Investigasi tersebut menunjukkan bahwa kapal kargo yang diduga memotong kabel bawah laut Taiwan secara jahat, induk perusahaannya, dan tangan gelap di balik pengiriman mobil Maybach anti-peluru kepada Kim Jong-un pada tahun 2018, sama-sama terdaftar di Kepulauan Marshall sebagai "Do Young Shipping"15. Dalam rantai kontrol perusahaan ini, terlihat kehadiran warga Taiwan dan perusahaan cangkang; beberapa kapal penyelundupan bahkan dituduh secara langsung mematuhi Angkatan Laut Tiongkok, menjadikan peristiwa ini sebagai celah wilayah abu-abu dalam keamanan nasional Taiwan, menyoroti kerentanan Taiwan dalam hubungan internasional yang kompleks16.

Selain itu, kapal nelayan Taiwan pernah banyak mempekerjakan nelayan Korea Utara. Sebelum sanksi internasional mengencang pada tahun 2017, jumlah nelayan Korea Utara di kapal nelayan Taiwan jauh mencapai hampir 300 orang. Namun, untuk mematuhi sanksi PBB, Administrasi Perikanan Taiwan melarang perekrutan atau perpanjangan kontrak awak kapal berkebangsaan Korea Utara mulai Agustus 2016, dan jumlah yang dipekerjakan kemudian menurun dengan cepat ke angka tunggal17. Sejarah tenaga kerja perikanan ini juga mencerminkan peralihan kebijakan Taiwan di bawah tekanan sanksi internasional.

Kasus Diplomasi Sejarah dan Legenda Sipil: Dari Limbah Nuklir hingga Persahabatan Judo

Sejarah hubungan Taiwan dan Korea Utara tidak kekurangan kasus diplomasi dan legenda sipil yang tak terduga; cerita-cerita ini tidak hanya memperkaya aspek interaksi antara kedua wilayah, tetapi juga mencerminkan perubahan zaman dan kompleksitas kemanusiaan.

Pada tahun 1997, Perusahaan Listrik Taiwan (TPC) berencana mengangkut limbah radioaktif tingkat rendah ke Korea Utara untuk dibuang, namun gagal karena tekanan kuat dari Amerika Serikat dan Korea Selatan. Namun, karena Korea Utara telah menggali terowongan untuk tujuan ini, mereka secara rahasia menunjuk pengacara Taiwan untuk mengajukan mediasi kontrak kepada Komisi Rekayasa Administrasi Yuan, menuntut kompensasi 300 juta dolar Taiwan dari TPC melintasi laut18. Selain itu, dokumen rahasia Italia juga melaporkan kasus misterius di mana pedagang senjata internasional membuang limbah nuklir Korea Utara secara terbalik di perairan sekitar Taiwan, menambah misteri sejarah ini.

Dalam tingkat diplomatik, materi terbaru yang didekripsi oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Maret 2026 mengkonfirmasi bahwa pada tahun 1995, Korea Utara, karena tidak puas dengan pendalaman hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Korea Selatan, secara tegas menyatakan kepada pejabat Tiongkok bahwa mereka tidak ragu untuk mempertimbangkan membangun hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, mencoba memainkan "kartu Taiwan" untuk menekan Beijing19. Pada bulan April tahun yang sama, China Airlines bahkan berhasil meluncurkan penerbangan charter langsung Taipei-Pyongyang, menunjukkan bahwa hubungan antara kedua wilayah pada saat itu mengalami perubahan微妙 yang halus.

Dalam tingkat sipil, kisah cinta antara atlet judo Korea Utara Lee Chang-soo dan atlet judo wanita Taiwan Chen Ling-chen adalah legenda yang melintasi pagar politik. Lee Chang-soo, karena takut dikritik secara politik dan dipenjara di Korea Utara, melompat dari kereta internasional yang menuju Korea Utara pada tahun 1991 di Barcelona, berhasil melarikan diri dan akhirnya menetap di Taiwan, kemudian menjadi warga negara dan menjabat sebagai pelatih kepala tim judo nasional Taiwan20. Namun, sejarah ini juga disertai tragedi. Pada tahun 1987, personel intelijen Korea Utara secara rahasia menculik wanita Taiwan Shen Jing-yu (Shen Jing-yu) di dalam wilayah Jepang, dan memaksanya ke Korea Utara, menjadi salah satu peristiwa konflik hak asasi manusia lintas negara yang langka antara kedua negara21.

Strategi Geopolitik dan Implikasi "Teori Dua Negara": Peringatan Strategis Taiwan

Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan strategi nasional Korea Utara, khususnya penghapusan total kata-kata "satu bangsa, penyatuan" dalam konstitusi, dan tindakan legalisasi yang secara eksplisit menetapkan Korea Selatan sebagai "negara musuh", memiliki implikasi geopolitik yang mendalam bagi Taiwan. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung juga secara publik menyatakan bahwa "Taiwan, dalam hal keamanan militer, secara faktual lebih tidak stabil daripada Semenanjung Korea"22.

Pergeseran paradigma Korea Utara menuju "Teori Dua Negara" membuktikan bahwa "emosi darah" sangat rapuh di hadapan strategi nasional negara otoriter. Ini mendorong Taiwan untuk mempercepat peralihan ke pemikiran strategis yang hanya berlandaskan kedaulatan substantif dan deterensi pertahanan. Analisis think tank menunjukkan, seiring dengan perubahan Korea Utara, Taiwan harus merencanakan regulasi investasi ke Korea Utara lebih awal, menghindari ulangi kesalahan kebocoran teknologi saat awal ekspansi ke Tiongkok, untuk menjaga keamanan nasional dan kepentingan ekonomi23.

Bacaan Lanjutan

Referensi

  1. Hubungan Republik Tiongkok (Taiwan) — Korea Utara - Wikipedia — Artikel Wikipedia: Artikel Wikipedia
  2. Hubungan Tidak Nyaman Taiwan dengan Korea Utara - Global Taiwan Institute — Lihat data tambahan di tautan asli
  3. "Orang Terisolasi" dan "Anak Yatim" — Komunikasi Rahasia Taiwan dan Korea Utara di Era Pasca-Perang Dingin (1992-) - Museum Sejarah Nasional — Lihat data tambahan di tautan asli
  4. "Orang Terisolasi" dan "Anak Yatim" — Komunikasi Rahasia Taiwan dan Korea Utara di Era Pasca-Perang Dingin (1992-) - Museum Sejarah Nasional — Lihat data tambahan di tautan asli
  5. Orang Korea Utara Paling Suka Barang Taiwan? Komputer Acer, ASUS, Ponsel Taiwan Pernah Populer di Sana - Liberty Times Net - Laporan Liberty Times Net: Laporan Liberty Times Net
  6. Penjualan Minyak Menyebabkan Kontroversi, Korea Utara Paling Suka MSG Taiwan, Mencerminkan Kekurangan Barang - Sanli News (YouTube) — Rekaman Video YouTube
  7. Tempat Pembiakan Penyelundupan Korea Utara? Media Asing Mengungkap Armada Bayangan, Terungkap Warga Taiwan di Balik Lautan Taiwan - Facebook (wantnews) — Postingan Publik Facebook
  8. Pengusaha Taiwan Diselundupkan Minyak ke Korea Utara, Difoto Satelit Militer AS, Mahkamah Agung Menghukum 1 Tahun Berkekuatan Hukum Tetap - Liberty Times Net — Laporan Liberty Times Net: Laporan Liberty Times Net
  9. Anak Mantan Anggota Legislatif Dituduh Membantu Penyelundupan Diesel dan Bensin ke Korea Utara, Pengadilan Distrik Kaohsiung Menghukum 2 Tahun 4 Bulan - United News Network — Laporan United News Network: Laporan United News Network
  10. Pengusaha Taiwan di Matsu Ditempatkan, Mengirim Gula Ilegal ke Korea Utara, Jaksa dan Polisi Mencari Melintasi Lautan Emas dan Perak - United Daily News — Lihat data tambahan di tautan asli
  11. Menegaskan Kembali Pemeriksaan Ketat dan Pemantauan Terhadap Transaksi Keuangan yang Melibatkan Korea Utara - Otoritas Pengawasan Keuangan dan Pasar (FSC) — Lihat data tambahan di tautan asli
  12. Investigasi Korea Selatan: Korea Utara Masih Menyelundupkan Chip Semikonduktor Taiwan dan Korea Selatan Melalui Saluran Abu-abu untuk Mengembangkan AI - udn.com — Laporan United News Network: Laporan United News Network
  13. Indictmen DOJ AS terhadap Warga Taiwan Pekerja IT Korea Utara 2025 - TaiwanPlus News (YouTube) — Rekaman Video YouTube
  14. Dikabarkan Pembangunan Kapal Selam Nasional, Korea Utara Menawarkan Teknologi, Kementerian Pertahanan: Tidak Berdasar - CNA — Laporan CNA: Laporan CNA
  15. Tempat Pembiakan Penyelundupan Korea Utara? Media Asing Mengungkap Armada Bayangan, Terungkap Warga Taiwan di Balik Lautan Taiwan - Commercial Times — Laporan Commercial Times: Laporan Commercial Times
  16. Hsu Yu-jen: Kabel Bawah Laut adalah Krisis Nyata yang Sedang Terjadi dan Meningkat - Yahoo News — Laporan Yahoo News
  17. Taiwan Terdaftar dalam Daftar Negara dan Industri yang Diumumkan Pemerintah AS Mempekerjakan Pekerja Korea Utara - Kementerian Luar Negeri — Lihat data tambahan di tautan asli
  18. Karena Limbah Nuklir, Korea Utara Menuntut TPC Kompensasi 300 Juta Dolar - Kulou Network — Lihat data tambahan di tautan asli
  19. Dokumen 1995 Didekripsi Korea Selatan! Korea Utara Bahkan Berteriak "Membangun Hubungan dengan Taiwan" - Yahoo News — Laporan Yahoo News
  20. Lee Chang-soo - Wikipedia, Ensiklopedia Bebas — Artikel Wikipedia: Artikel Wikipedia
  21. Masalah Penculikan Orang Korea Utara oleh Korea Utara - Wikipedia — Artikel Wikipedia: Artikel Wikipedia
  22. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung: Taiwan, dalam Hal Keamanan Militer, Secara Faktual Lebih Tidak Stabil daripada Semenanjung Korea - Public Television Network News — Laporan Public Television Network News: Laporan Public Television Network News
  23. Peringatan Strategis Taiwan: Korea Utara Menuju Teori Dua Negara, Taiwan Harus Merencanakan Regulasi Investasi ke Korea Utara Lebih Awal - The Reporter — Lihat data tambahan di tautan asli
Tentang artikel ini Artikel ini disusun secara kolaboratif oleh komunitas serta ditulis dan ditinjau dengan bantuan AI.
Kata kunci
Taiwan Korea Utara Perdagangan Keamanan Nasional MIT Penyelundupan Keuangan Perikanan Studi Banding
Bagikan

Bacaan lanjutan

Anda mungkin juga ingin membaca

Sejarah

Perang Tahun Acar: 148 Hari Republik Demokratik Taiwan

Pada tahun 1895, Dinasti Qing menyerahkan Taiwan ke Jepang. Pejabat di pulau itu mengumumkan pendirian republik pertama di Asia, tetapi presiden lari setelah sepuluh hari, dan penyair pergi setelah empat hari. Yang benar-benar tinggal berperang adalah seorang remaja Hakka berusia 19 tahun dan milisi yang dia kumpulkan dengan mengorbankan seluruh hartanya. 148 hari kemudian, Republik Demokratik hilang, dan pemerintahan Jepang dimulai.

閱讀全文
Sejarah

Alishan: Ladang Hutan Empayar dan Gunung Kao I-sheng

Pada 17 April 1954, elit Tsou Kao I-sheng dieksekusi di Tempat Eksekusi Anken. Pegunungan Alishan yang dikenal sebagai tempat wisata, sebenarnya adalah gunung memori yang telah ditulis ulang oleh dua empayar berturut-turut.

閱讀全文
Sejarah

Chiang Kai-shek Memorial Hall

Ini adalah totem politik terbesar di pusat Kota Taipei, sekaligus tempat latihan tari paling demokratis. Dari kuil otoriter ke mata badai keadilan transisional, bangunan ini mencatat guncangan terhebat jiwa Taiwan.

閱讀全文
Sejarah

Disney dan Taiwan: Perjalanan Ajaib dari Pabrik Animasi Hung Kuang, Penyesalan Yue Mei, hingga Lokalisasi IP

Pada 1980-an, Hung Kuang Cartoon di Xindian menangani hampir sepertiga dari volume produksi animasi dunia, dijuluki "Disney Timur". Taiwan dua kali hampir kehilangan kesempatan memiliki Taman Disney; pada 1990-an, proyek Yue Mei di Taichung gagal karena syarat hak pengembangan tanah dan stasiun kereta cepat khusus; dalam naskah awal "Toy Story 3", Buzz Lightyear yang rusak akan dikirim kembali ke "tempat asal" Taiwan untuk diperbaiki. Dari era keemasan manufaktur kontrak hingga Stitch yang mengendarai motor, hubungan ini lebih dalam daripada yang dibayangkan.

閱讀全文