Sosis Beras Ketan (Dachang Bao Xiaochang): Sosis Beras Ketan Bukan Roti, Tapi Menyandwich Sosis Menjadi Hot Dog Khas Taiwan

Pada 1990-an, "Dachang Bao Xiaochang" yang tersebar di Hualien dan pasar malam menggunakan sosis beras ketan yang dibelah sebagai kulit luar, memasukkan sosis panggang, lalu ditambah bawang putih, sayur asin, dan saus. Ia tampak seperti hot dog khas Taiwan, keunikan sebenarnya tidak pada kemiripannya, melainkan pada bagaimana beras, daging, arang, permainan dadu, dan gerangan pedagang sekaligus masuk ke satu kantong kertas, dan mengubah makanan pokok menjadi kulit yang bisa dimakan sambil berjalan.

Ringkasan Tiga Puluh Detik

Dachang Bao Xiaochang menggunakan sosis beras ketan yang dibelah sebagai lapisan luar, diisi sosis panggang arang, lalu sesuai selera ditambah bawang putih, sayur asin, kacang tanah bubuk, atau saus. Ia sering disebut "hot dog khas Taiwan", tapi hal yang benar-benar menarik bukan pada kemiripannya dengan hot dog, melainkan pada bagaimana pedagang Taiwan menggabungkan makanan beras, produk daging, arang, dan ritme makanan siap saji pasar malam menjadi satu bentuk yang bisa dimakan sambil berjalan. Tentang asal-usulnya dari keterkaitan Hualien-Hakka dan popularitas 1990-an, saat ini masih harus dilihat sebagai narasi lokal yang beredar, bukan kesimpulan yang sudah terbukti oleh satu arsip sejarah tunggal.

Pada 1990-an, narasi lokal Taiwan tentang "Dachang Bao Xiaochang" mulai mengaitkan Hualien, Hakka, camilan pekerja keluar kota, dan pasar malam. Narasi ini berulang muncul di berbagai artikel, tapi data publik yang terlihat saat ini tidak memiliki satu pun arsip sejarah yang cukup untuk membuktikan penemu tunggal secara pasti.1 2

Jangan dulu terburu-buru menanyakan siapa yang menciptakan. Berdiri di depan gerobak, Anda melihat sosis beras ketan yang dibelah, arang memanggang kulit luarnya hingga sedikit gosong. Pedagang memasukkan sosis lain yang mengkilap berlemak ke dalamnya, lalu menanyakan apakah Anda mau bawang putih, sayur asin, kacang tanah bubuk, atau saus. Gerakan ini cepat, tapi menumpuk satu makanan pokok, satu lauk daging, dan satu set kebiasaan bumbu pasar malam ke dalam satu kantong kertas yang sama.3

Ia paling mudah diterjemahkan sebagai "hot dog khas Taiwan", karena bentuknya memang mirip: lapisan luar adalah pembungkus yang bisa dipegang tangan, di dalamnya ada satu sosis. Namun lapisan luar bukan roti, melainkan beras ketan. "Dachang" (大腸, usus besar) juga bukan sosis daging yang lebih besar, melainkan sosis beras ketan yang dibungkus kulit usus. Penulis makanan berbahasa Inggris saat mengurai jajanan ini, mendeskripsikannya sebagai "sosis beras ketan yang lebih besar, lebih tebal, dibelah menjadi bun", lalu diisi sosis babi yang lebih tipis.4

Dachang Bao Xiaochang bukan mengganti hot dog dengan rasa Taiwan, melainkan mengembalikan posisi "roti" kepada beras.

Dachang Bao Xiaochang, lapisan luar sosis beras ketan, isian sosis khas Taiwan

Gambar: Birgitcharis17/Wikimedia Commons〈香腸.jpg〉, CC BY-SA 4.0. Gambar menggunakan tautan jarak jauh, tidak diunduh atau dimodifikasi.

Pisahkan Dulu Kedua Sosis Itu

"Dachang" (大腸, usus besar) dan "Xiaochang" (小腸, usus kecil) adalah bagian nama yang paling mudah disalahartikan. Nama ini bukan klasifikasi biologis berdasarkan ukuran jadi, melainkan metafora intuitif menggunakan dua jenis kulit usus dan dua jenis isian. Sosis beras ketan biasanya mengisi kulit usus babi dengan beras dan bahan pelengkap. Sosis daging则用kulit usus mengemas daging giling yang dibumbui. Data toko yang dicatat unit pariwisata lokal tepat memisahkan kedua sosis ini ke dua lini produksi berbeda.5

Nama Apa yang Benar-Benar Terisi di Jadi Peran Saat Dimasukkan Mulut
Sosis beras ketan, yaitu "Dachang" Beras ketan, lemak, bawang merah goreng, udang kering, dll., dimasukkan kulit usus babi lalu direbus Lapisan luar; dibelah, seperti roti terbuat beras
Sosis khas Taiwan, yaitu "Xiaochang" Daging giling, rempah, dan bumbu, dimasukkan kulit usus lalu dikeringkan atau dimasak Lapisan dalam; menyediakan lemak, manis, dan aroma daging

Ini bukan resep identik di setiap gerobak. Catatan Kawasan Wisata Nasional Yun-Jia-Nan tentang "Kakak Chen Keluarga Zhuwei" mencatat cara membuatnya: beras ketan tajam direndam sekitar 2 jam, lalu dicampur lemak babi, bawang merah goreng, udang kering, diisi manual ke kulit usus babi lalu direbus. Sosis daging则用daging babi, rempah, dan bumbu dimasukkan kulit usus, lalu dijemur lebih dulu. Data ini adalah proses toko spesifik, tidak boleh dijadikan standar tunggal se-Taiwan.5

Perakitan terakhir di atas arang, barulah menjadikannya "bao" (包, membungkus/memasukkan) bukan dua sosis berdampingan. Toko tersebut setelah pelanggan pesan, memanaskan sosis beras dan sosis daging, membelah sosis beras, menambah saus, bawang putih, dan sayur asin, terakhir memasukkan sosis daging. Tampak hanya perpaduan, sebenarnya setiap langkah mengelola tekstur: sosis beras harus bisa menopang belahan, sosis daging butuh pulih suhu cepat, bahan pelengkap harus memotong kelembapan dan kelemakan beras dengan daging.5

"Bao" (包) di dalam nama adalah kata kerja, bukan hanya penampilan. Baru ada sosis beras dibelah, baru ada sosis daging dimasukkan. Baru ada tangan pedagang, baru ada bentuk yang dikenal pembaca.

Beras Ditaruh di Posisi Roti

Menjadikan sosis beras ketan sebagai kulit luar, adalah pergeseran paling ber-rasa-Taiwan dari jajanan ini. Beras ketan semula bisa jadi inti nasi, zongzi, atau kue beras. Di sini, ia dipadatkan ke kulit usus, lalu dibelah jadi dua, memikul fungsi "memegang daging". Struktur ini membuat makanan sekaligus mempertahankan kenyangan makanan beras dan aroma naluriah sosis, juga memungkinkan pedagang szybko menyelesaikan satu jajanan pegangan di pasar malam.3 4

Artikel kontribusi Yayasan Melihat Taiwan menyebutnya "hot dog khas Taiwan", dan mencatat arang, kering kentang, bawang putih, daun kemangi, dll. sebagai pelengkap umum. Artikel juga mendeskripsikan kantong kertas digulung memanjang, pembeli memutar kantong sambil makan. Ini cerita kuliner lokal, bukan standar teknologi pangan, tapi ia menyimpan satu adegan konsumsi penting: Dachang Bao Xiaochang bukan hidangan duduk pelan sambil diurai, melainkan satu porsi makanan yang diselesaikan di pinggir gerobak, di jalan, saat antre.6

Oleh itu, "mirip hot dog" hanya menjelaskan postur makannya, tidak menjelaskan silsilah makanannya. Inti hot dog Amerika adalah roti dan sosis. Dachang Bao Xiaochang meminjam bentuk pegangan dan pembungkus, tapi menyerahkan beras ketan, kulit usus, bawang putih, sayur asin menentukan ritme mengunyah kembali. Penulis artikel berbahasa Inggris saat mencoba buat di rumah, khusus menyebut beras ketan jadi keras setelah dingin, lengket saat dipanaskan, memasukkan ke kulit usus tidak mudah. Pengalaman gagal ini justru mengingatkan kita, sosis beras ketan bukan sekadar memasukkan nasi ke "bentuk roti" begitu saja.4

Pasar Malam Jual Bukan Cuma Satu Gigit Rasa

Artikel Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Dalam Negeri memasukkan Dachang Bao Xiaochang ke dalam permainan pasar malam "tembak sosis" (打香腸): konsumen bisa bertaruh dengan pedagang lewat melempar dadu, dan menghubungkan dadu dengan nama makanan lewat "hitam tanpa sosis, putih tanpa sosis" (黑無腸,白無腸). Data ini mendukung bahwa jajanan ini pernah ditempatkan dalam adegan pasar malam yang punya permainan, teriakan, dan keramaian. Adakah ini satu-satunya alasan popularitas se-Taiwan, maka tidak bisa disimpulkan hanya dari satu artikel pengenalan budaya.1

Batasan ini penting. Popularitas makanan sering bukan karena satu penemu atau satu resep, melainkan nama mudah diingat, gerakan mudah dipahami, harga dan porsi cocok makan sambil jalan, ditambah pedagang bisa menyesuaikan bahan pelengkap dengan selera lokal. "Kemudahan berubah" Dachang Bao Xiaochang justru tersembunyi setelah sosis beras dibelah: ada yang mau bawang putih, ada yang mau sayur asin, ada yang tambah kacang tanah bubuk, daun kemangi, atau saus lada hitam.1 6

FoodPower (食力) membahas makanan pasar malam, tidak hanya menuliskan Dachang Bao Xiaochang sebagai makanan aneh, tapi memasukkannya ke dalam isu keamanan pangan sosis dan bahan tambahan pangan. Artikel mengutip Profesor Chou Chih-hui (周志輝) Jurusan Teknologi Pangan dan Bioteknologi Terapan Universitas Chung Hsing (中興大學) menjelaskan, asupan harian nitrit harus dihitung berdasarkan berat badan, kadar nitrat atau nitrit makanan berbeda juga berbeda. Oleh itu, tidak bisa langsung menyamakan "makan sosis" dengan "pasti melebihi batas".7

Penjelasan BPOM (食藥署) lebih tepat: sosis menggunakan nitrit, selain menjaga warna merah segar, fungsi lebih pentingnya mencegah keracunan botulisme. Bahan tambahan tetap harus digunakan sesuai jangkauan, batas, dan standar spesifikasi, pelaku usaha juga punya kewajiban melabeli dan menyimpan data produk. Ini bukan mengesahkan makanan pasar malam, melainkan melengkapi syarat yang hilang di antara "ada bahan tambahan" dan "tidak aman".8

Kegemparan pasar malam mudah menutupi proses makanan. Cara makan yang benar-benar dewasa, bukan mematikan semangat dengan menandai semuanya berbahaya, melainkan tahu apa yang digigit, bagaimana ia dibuat, dan risiko mana yang jadi tanggung jawab pelaku usaha.

Sosis Bukan Semua Sosis Sama

Bicara Dachang Bao Xiaochang, juga harus menghindari kesalahan penempatan lain: mengira semua sosis sama saja sebagai makanan olahan. TechView (科技大觀園) memperkenalkan sosis fermentasi, mengikuti istilah CNS 15168, mendefinisikan sosis fermentasi sebagai produk yang dibuat lewat prosedur penggerusan halus, pembumbuan, pengisian, fermentasi, dan pengeringan, serta membedakan tipe kering dan semi-kering. Definisi ini bicara soal sosis fermentasi, tidak sama dengan setiap sosis khas Taiwan pasar malam lewat prosedur yang sama.9

Baliknya, artikel pembuat berbahasa Inggris juga mencatat jalur buatan rumah lain: daging babi tanpa lemak, air jahe, anggur beras, bawang putih, garam, gula, bubuk lima rempah dibumbui, sosis digantung semalaman, lalu dipanaskan lembut dengan air hangat (water bath). Ini reproduksi pribadi, bukan standar pedagang Taiwan, tapi membuat "sosis" dari kata benda abstrak jadi negosiasi waktu, suhu, kulit usus, dan kelembapan.4

Di data gizi lokal, Dinas Kesehatan Kabupaten Changhua (彰化縣衛生局) mencatat satu Dachang Bao Xiaochang toko Kecamatan Tianwei (田尾鄉), menandai satu porsi 130 gram, 362 kkal, dan mencantumkan karbohidrat, protein, lemak, serat pangan. Angka ini hanya mendeskripsikan sampel toko tunggal halaman itu, tidak bisa dijadikan jaminan gizi semua gerobak. Tapi ia mengingatkan kita, jajanan ini bukan hanya komponen "beras" atau "daging" saja, melainkan sekaligus mengandung makanan pokok, daging, lemak, dan sedikit bahan pelengkap sayur.10

Cerita Asal Usul Harus Disisakan Ruang Kosong

"Berasal dari orang Hakka Hualien, mulai populer 1990-an" adalah satu set narasi paling umum di artikel berbahasa Cina publik saat ini. Artikel Direktorat Jenderal Imigrasi dan Yayasan Melihat Taiwan keduanya mencatat demikian, yang kedua bahkan memasukkan camilan pekerja keluar kota, taruhan dadu, arang, dan pasar malam ke dalam satu cerita yang sama.1 6

Tapi "diulang banyak artikel" tidak sama dengan "sudah dibuktikan penelitian sejarah". Kedua data ini keduanya halaman pengenalan budaya atau cerita kuliner, bisa menjelaskan satu kenangan lokal yang beredar, tidak bisa sendirian menjawab gerobak pertama di mana, dinamai siapa, kapan resmi masuk pasar malam se-Taiwan. Penulisan lebih jujur, adalah menjadikan Hualien dan 1990-an sebagai kandidat titik awal narasi yang terlihat saat ini, bukan menuliskannya jadi akta kelahiran yang tidak bisa dipertanyakan.1 2

Penyisihan ini bukan melemahkan Dachang Bao Xiaochang, justru membuatnya lebih mirip makanan jalanan asli. Makanan pinggir jalan jarang punya presentasi pendirian yang menyimpan setiap perubahan. Biasanya muncul di satu gerobak dulu, lalu ditiru pedagang lain, ganti bahan, ganti nama, akhirnya dibawa pergi konsumen dengan satu kalimat mudah diingat. Sejarah Dachang Bao Xiaochang, mungkin bukan momen satu orang menaruh dua sosis bersama, melainkan proses satu bentuk perlahan diakui bersama pasar malam.

Tak temukan penemu tunggal, jangan isi kosong dengan imajinasi. Taruh narasi populer yang bisa diverifikasi, celah yang masih butuh penelitian, dan alasan kita mengingat nama ini, berdampingan di hadapan pembaca.

Setelah Satu Gigit, Yang Tersisa Adalah Beras

Daya tarik Dachang Bao Xiaochang bisa dipecah jadi beberapa momen sangat konkret: lapisan luar sosis beras ketemu arang jadi padat, belahan pisau menampakkan beras ketan. Sosis daging dimasukkan ke celah, lemak dan manis mendekati kelembapan beras. Bawang putih, sayur asin, atau kacang tanah bubuk lalu membuka tekstur. Halaman toko lokal menulis satu set prosedur, penulis berbahasa Inggris menulis satu reproduksi rumah yang tidak terlalu lancar, halaman budaya resmi menulis kenangan beredar di pasar malam. Ketiganya dipasang bersama, baru punya ketebalan lebih dari "versi Taiwan hot dog".1 4 5

Ia juga membuat orang melihat kembali "makanan pokok" yang fleksibel. Beras bisa menampung lauk, membungkus isi, difermentasi, dikukus, juga bisa di tangan pedagang jadi satu kulit luar yang membungkus sosis. Ini bukan memasukkan makanan beras tradisional ke cetakan barat, melainkan meminjam satu bentuk pegangan yang global paham, biarkan beras bicara dengan teksturnya sendiri.

Jadi, lain kali berdiri di gerobak pasar malam, pertanyaan yang benar-benar layak perhatian mungkin bukan "apakah ini benar-benar hot dog", melainkan: kenapa satu sosis beras ketan di Taiwan bisa dijadikan roti? Jawabannya tidak di terjemahan, tapi di gerakan belah yang terlatih di hadapan arang——beras dulu mengeluarkan satu celah, sosis baru punya tempat masuk.

Batas Satu Makanan

Dachang Bao Xiaochang juga bukan "tradisi" yang kaku tidak bergerak. Satu nama yang sama bisa merujuk resep beras ketan berbeda, tingkat manis sosis berbeda, waktu arang berbeda, serta penilaian pedagang berbeda soal bawang putih dan sayur asin. Perbedaan ini bukan derau yang harus diratakan artikel, melainkan syarat makanan jalanan bisa bertahan.

Kalau ditulis cuma "sosis beras ketan tambah sosis", pembaca tahu bahan, tapi tidak tahu kenapa harus makan di pasar malam. Pasar malam menyediakan api, suara, pemilihan bahan, dan waktu menunggu. Pedagang dalam puluhan detik merakit ulang dua sosis yang sudah jadi jadi satu benda yang bisa digenggam. Data lokal mencatat satu toko, pelaku praktik berbahasa Inggris meninggalkan satu kegagalan buat, artikel resmi menyimpan kenangan populer. Masing-masing hanya menerangi satu sudut.

Taruh sudut-sudut ini bersama, baru terlihat batas Dachang Bao Xiaochang: ia sekaligus makanan beras dan satu perakitan daging. Sekaligus kenangan lokal, juga pandangan luar yang diterjemahkan jadi "hot dog". Bisa jadi hadiah permainan pasar malam, juga harus hadapi isu bahan tambahan pangan dan label gizi modern.

Artikel kuliner yang baik tidak harus memilih satu identitas tunggal untuk satu jajanan. Ia lebih seperti membuka kantong kertas, biarkan beras, daging, api, dan tangan orang sekaligus terlihat.

Bacaan Lanjutan

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Dalam Negeri Jaringan Informasi Digital Pendatang Baru e-Wang: Hitam Tanpa Sosis, Putih Tanpa Sosis, Dachang Bao Xiaochang — Artikel multibudaya resmi 2025, menjelaskan struktur Dachang Bao Xiaochang, narasi populer Hualien dan 1990-an, serta narasi budaya permainan dadu "tembak sosis" pasar malam.23456
  2. Yayasan Melihat Taiwan: Hot Dog Khas Taiwan — Dachang Bao Xiaochang — Halaman kontribusi cerita rasa Taiwan 2019, mencatat asal-usul Hakka Hualien, popularitas pasar malam, ungkapan dadu, dan makan arang sebagai kenangan kuliner rakyat; artikel ini memandangnya sebagai narasi lokal bukan bukti sejarah tunggal.2
  3. FoodPower: Sudut Keamanan Pangan Pasar Malam: Dachang Bao Xiaochang, Ayam Goreng Crispy — Khusus keamanan pangan pasar malam 2015, menempatkan Dachang Bao Xiaochang dalam konteks bahan tambahan sosis dan risiko konsumen, serta mengutip penjelasan ahli pangan Universitas Chung Hsing soal asupan nitrit.2
  4. Sandwich Tribunal: Taiwan's Dachang Bao Xiaochang, or Small Sausage in Large Sausage — Artikel praktik makanan berbahasa Inggris 2022, mendeskripsikan langkah demi langkah sosis beras ketan sebagai lapisan luar, sosis babi khas Taiwan sebagai isian, serta kesulitan nyata kulit usus, suhu, dan kelembapan saat buat di rumah.2345
  5. Kawasan Wisata Nasional Yun-Jia-Nan: Dachang Bao Xiaochang Kakak Chen Keluarga Zhuwei — Halaman detail toko resmi kawasan wisata nasional, mencatat proses satu toko: rendam beras ketan, goreng aromatik, isi usus, rebus, jemur sosis, panggang arang, dan alur perakitan saat pesan; artikel ini mengutip sebagai cara toko spesifik.234
  6. Yayasan Melihat Taiwan: Hot Dog Khas Taiwan — Dachang Bao Xiaochang — Halaman cerita kuliner lokal yang diselenggarakan yayasan, menyediakan adegan konkret dan deskripsi bahan: arang, makan memutar kantong, kering kentang, bawang putih, daun kemangi, dan variasi rasa toko lokal.23
  7. FoodPower: Sudut Keamanan Pangan Pasar Malam: Dachang Bao Xiaochang, Ayam Goreng Crispy — Bagian sosis dalam khusus pangan, mengutip profesor Universitas Chung Hsing menjelaskan asupan harian nitrit butuh ditimbang berat badan dan sumber makanan, menghindari menyamakan satu makanan langsung dengan risiko melebihi batas.
  8. BPOM Kementerian Kesehatan: Pandang Benar Bahan Tambahan Pangan, Nikmati Hidup Makan Aman Tenang — Artikel resmi BPOM 2023, menjelaskan fungsi nitrit pada sosis, jangkauan dan batas pemakaian bahan tambahan pangan, serta kewajiban pelaku usaha melabeli dan menjamin kualitas produk.
  9. TechView: Sosis Asam? Mengintip Dunia Sosis Siap Saji Fermentasi — Artikel TechView Dewan Ilmu Pengetahuan Nasional, mengikuti CNS 15168 menjelaskan definisi sosis fermentasi, alur fermentasi pengeringan, dan klasifikasi tipe kering dan semi-kering; artikel ini memakainya untuk membedakan konsep sosis fermentasi dengan sosis khas Taiwan umum.
  10. Bidang Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Changhua: Dachang Bao Xiaochang — Halaman data gizi jajanan Dinas Kesehatan Kabupaten Changhua, menandai berat sampel satu toko Kecamatan Tianwei 130 gram dan nilai gizinya; data hanya mewakili sampel toko tersebut, tidak bisa disimpulkan untuk produk se-Taiwan.
Tentang artikel ini Artikel ini disusun secara kolaboratif oleh komunitas serta ditulis dan ditinjau dengan bantuan AI.
Kata kunci
Dachang Bao Xiaochang jajanan Taiwan pasar malam sosis sosis beras ketan
Bagikan

Bacaan lanjutan

Anda mungkin juga ingin membaca

Kuliner Berkembang · kontribusi komunitas

Fan Tuan: Dari "Obat Tidur" Pagi Hari hingga "Burrito Versi Taiwan" yang Meledak di Eropa dan Amerika

Dari budaya makanan ketan masa Dinasti Qing hingga evolusi lintas laut Zifan khas Jiangnan, Fan Tuan khas Taiwan dengan "You Tiao Tua" dan teknik "meremas tangan" yang khas menjadi jiwa sarapan Taiwan. Artikel ini menganalisis secara mendalam prasejarahnya, kerajinan pembuatan, inovasi rasa modern, serta budaya "pusing karena karbohidrat" yang memicu perdebatan internasional.

閱讀全文
Kuliner Artikel resmi

Oyster Omelette: Sejarah Perubahan Rasa dari Makanan Ringan yang Kaya Pemakan hingga Makanan Khas Nasional

Sebuah makanan ringan Taiwan yang berasal dari kelaparan, bagaimana mengubahnya dari 'Makanan yang Dipadukan' pada masa Zheng Kexuan menjadi makanan khas nasional yang populer di luar negeri, dengan rahasia rasa yang tersembunyi dalam bubur ketan dan saus.

閱讀全文
Kuliner Artikel resmi

Nasi Minyak: Dari Beras Ketan 'Pamer Kaya' Menjadi Hadiah Bulan Penuh yang Menyandang Berat Kehidupan

Di jalanan Taiwan tahun 2026, semangkuk nasi minyak tetap menjadi pilihan utama banyak orang untuk merayakan kelahiran baru. Hidangan ini yang bermula dari tradisi imigran Han dan berevolusi di Taiwan dengan 'proporsi pecinta kuliner' yang memadukan rasa asin dan manis, memadukan beras ketan dengan bawang merah goreng menjadi doa paling tebal keluarga Taiwan di titik balik kehidupan.

閱讀全文
Kuliner Berkembang · kontribusi komunitas

Bento Sio Bak: Keterampilan Koki Hong Kong yang Dibawa, Bagaimana Menjadi Tiga Sayur Satu Daging Orang Taiwan

Pada tahun 1967, Mak Hing-fu memulai usaha di Jalan Wuchang, Taipei dengan toko sio bak Dongyang; pada tahun 1988, Xin Dong Yang merekrut koki sio bak dari Hong Kong, memasukkan char siu, sio bak, dan ayam kecap yang tergantung di lemari kaca ke dalam kotak bento. Ini bukan sekadar sejarah transplantasi: keterampilan masakan panggang Hong Kong, akhirnya disusun ulang oleh lauk pendamping, harga, dan kebiasaan takeaway orang Taiwan, menjadi rasa asing yang paling akrab di pojok jalan.

閱讀全文